Dua Gol Swansea Persulit Langkah Chelsea

Kamis, 10 Januari 2013 - 04:40 wib | Muhammad Indra Nugraha - Okezone

Selebrasi Michu dan rekannya usai menjebol gawang Chelsea. (Foto: Reuters)

Dua Gol Swansea Persulit Langkah Chelsea
LONDON - Swansea City berhasil mempermalukan Chelsea di hadapan publiknya sendiri pada leg pertama semifinal Piala Liga, Kamis (10/1/2013) dini hari WIB. Swansea berhasil menang dengan skor 2-0.

Dua gol Swansea sendiri masing-masing dicetak oleh Michu dan Danny Graham yang keduanya memanfaatkan blunder dari Ivanovic. Chelsea sendiri hampir memperkecil kedudukan menjadi 2-1 lewat Demba Ba pada detik-detik berakhirnya babak kedua, sayang gol miliknya harus dianulir oleh wasit.

Kekalahan Chelsea pada laga kali ini memang tak membuat  peluang Fernando Torres dkk  ke babak final Piala Liga sudah tertutup. Namun, semuanya bakal menjadi lebih sulit karena leg kedua akan berlangsung di markas Swansea dan The Blues minimal menang 3-0.

Jalannya Pertandingan:

Bermain di Stamdford Bridge, Swansea langsung mendapatkan peluang pada menit-menit awal babak pertama. Pada menit kelima, Swansea mendapatkan hadiah tendangan bebas usai dijatuhkannya De Guzman oleh Ramires.

Tendangan bebas pun dieksekusi sendiri oleh Guzman. Akan tetapi, peluang tersebut terbuat percuma karena Michu yang menyambut sepakan dari rekannya tersebut malah terkena offside terlebih dahulu.

Menit ke-10, The Blues mulai mendominasi jalannya pertandingan dan memberikan tekanan kepada tim tamu. Fernando Torres yang terpilih sebagai stater dalam laga ini, gagal mencetak gol usai sepakannya dari jarak 25 meter malah menjauh dari gawang Swansea.

David Luiz hampir saja mencetak gol pembuka bagi Chelsea pada menit ke-12, jika saja sepakannya tak diselamatkan oleh kiper Swansea, Tremmel. Hal yang sama juga terjadi pada Cesar Azpilicueta pada menit ke-24.

Sayang, dominasi Chelsea harus hancur oleh gol Michu pada menit ke-39. Gol tersebut berawal dari kesalahan Branislav Ivanovic yang malah mengoper bola kepada De Guzman, yang kemudian diteruskan kepada Michu.

Tanpa kesulitan, sang rising star di Premier League tersebut langsung melesatkan bola ke gawang Chelsea yang dikawal oleh Ross Turnbull. Dominasi Chelsea pada babak pertama, malah ditutup oleh keunggulan 1-0 untuk Swansea.

Memasuki babak kedua, Chelsea langsung berinisiatif melakukan serangan kepada skuad asuhan Michael Laudrup tersebut. Peluang The Blues sendiri lebih dilakukan oleh David Luiz walau hasilnya masih nihil.

Pelatih Interm Chelsea, Rafael Benitez, lebih memilih memasukan Frank Lampard dibandingkan Demba Ba di saat timnya kerap menemui kegagalan mencetak gol. Terlepas dari keputusan tersebut, chants kepada Lampard bergema di Stamford Bridge.

Pada menit ke-74, Torres harus membuang peluang yang datang padanya untuk menyamakan kedudukan. Pasalnya, kiper Swansea dengan cukup mudah masih bisa menyelamatkan sepakan dari pemain asal Spanyol tersebut.

Hingga akhirnya, Benitez menarik keluar Torres dan memasukan Ba yang pada debutnya bersama The Blues langsung mencetak dua gol ke gawang Southampton, pada pekan lalu. Sayang, pada laga kali Ba tak mampu berbuat banyak.

Bahkan, Chelsea harus kebobolan untuk kedua kalinya oleh Swansea. Kali ini giliran pemain pengganti Danny Graham yang menjebol gawang Turnbull, sama seperti gol pertama semua dikarenakan kesalahan dari Ivanovic dalam mengoper bola.

Alhasil, gol Graham pada menit ke-91 tersebut membuat Swansea unggul 2-0. Ba sendiri sempat membalas gol tersebut, akan tetapi golnya harus dianulir wasit karena Ba telah terperangkap offside lebih dulu. Skor 2-0 untuk Swansea pun tetap bertahan hingga babak kedua berakhir.

Susunan Pemain:
Chelsea:
Turnbull; Azpilicueta, Ivanovic, Cahill, Cole; Ramires (Frank Lampard ’71), David Luiz; Oscar (Marko Marin ‘83), Mata, Hazard; Torres (Demba Ba ’81)

Swansea City: Tremmel; Rangel, Chico Flores, Williams, Davies; Britton, Ki, De Guzman; Routledge (Dwight Tiendalli ’62), Michu (Danny Graham ’83) , Pablo Hernandez (min)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Juve Santai di Serie A, tapi Merana di Eropa