Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dihukum UEFA, Malaga Merasa Seperti Kelinci Percobaan

Achmad Firdaus , Jurnalis-Sabtu, 22 Desember 2012 |18:16 WIB
Dihukum UEFA, Malaga Merasa Seperti Kelinci Percobaan
Perayaan pemain Malaga usai memastikan lolos ke babak 16 besar Liga Champions (Foto: Reuters)
A
A
A

MALAGA - Klub La Liga Spanyol tidak terima dengan keputusan UEFA yang melarang mereka tampil di ajang Eropa, karena terjerat krisis finansial. Klub yang berbasis di Andalusia ini menilai keputusan lembaga pimpinan Michel Platini tersebut tidak adil.

Kemarin, UEFA secara resmi mengukum Malaga tak bole tampil di kompetisi Eropa untuk musim depan. Hukuman tersebut diberikan karena klub besutan Manuel Pellegrini tersebut tak mampu menjalankan kewajibannya membayar gaji pemain dan staf.

Dengan keputusan ini, maka Malaga dipastikan tak akan bisa tampil di kompetisi Eropa apapun pada musim depan. Padahal di musim ini, klub yang saat ini sukses melaju ke babak 16 besar Liga Champions ini punya potensi untuk kembali mendapatkan jatah tampil baik di kompetisi Liga Champions maupun Europa League.

“Malaga menyatakan tidak setuju atas keputusan UEFA. Langkah-langkah yang diambil terhadap klub benar-benar tidak proporsional dan tidak bisa dibenarkan. Kami menganggap bahwa klub dihukum secara tidak adil dan kami merasa hanya dijadikan kelinci percobaan,” demikian pernyataan
pihak Malaga di situs resmi klub.

Lebih lanjut, pihak Malaga mengakui bahwa pihak klub akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencai keadilan. Soal krisis finansial, mereka juga berjanji akan segera menyelesaikannya, sehingga hukuman tersebut seharusnya tidak dijatuhkan.

(Achmad Firdaus)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement