Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polisi Palsukan Dokumen Tragedi Hillsborough

Windi Wicaksono , Jurnalis-Kamis, 13 September 2012 |14:00 WIB
Polisi Palsukan Dokumen Tragedi Hillsborough
Tragedi Hillsborough 15 April 1989 (Foto: Daily Mail)
A
A
A

LIVERPOOL – Selama 23 tahun keluarga korban tragedi Hillsborough, memperjuangkan keadilan terkait tewasnya 96 fans Liverpool dalam pertandingan semifinal FA Cup antara Liverpool dan Nottingham Forest di stadion Hillsborough, markas Sheffield Wednesday pada 15 April 1989.
 
Selama 23 tahun, fans Liverpool disalahkan akibat tragedi Hillsborough. Kala itu, panitia pertandingan dan polisi dalam laporannya sepakat menyatakan penyebab kejadian itu adalah banyaknya Liverpudlian yang mabuk sehingga membuat situasi kacau, karena juga terjadi keributan antar suporter.
 
Tragedi Hillsborough adalah tragedi yang mengakibatkan kematian para penonton sepakbola karena saling berjejalan di tribun penonton. Liverpudlian kala itu juga dilaporkan banyak yang tidak memiliki tiket, namun berhasil masuk ke stadion.
 
Namun, belum lama ini terungkap bahwa ada pemalsuan dokumen tentang laporan yang ditulis polisi dan panitia pertandingan. Hal itu terungkap setelah adanya penyelidikan lebih lanjut dari Hillsborough Independent Panel (HIP), sebuah komisi yang ditugaskan dan memiliki wewenang khusus menyelidiki tragedi Hillsborough, yang didirikan tahun 2010.
 
Para keluarga 96 korban Tragedi Hillsborough berkesempatan untuk menyimak dokumen-dokumen penting yang terkait dengan insiden tersebut pada Rabu (12/09/2012) ini. Dokumen-dokumen itu adalah hasil penyelidikan yang dilakukan oleh HIP.
 
Setelah HIP melakukan penyelidikan terhadap sekitar 80 organisasi, di mana termasuk di antaranya institusi pemerintah, kepolisian setempat, dan dewan kota Sheffield, akhirnya terkuak fakta sebenarnya di balik tragedi dengan jumlah korban terbanyak dalam sejarah kecelakaan di sebuah stadion di Inggris Raya itu.
 
Dalam dokumen itu antara lain menyebut bahwa adanya kelalaian polisi setempat dalam mengantisipasi jumlah menonton yang kian membludak, yang memasuki stadion. Salah satu dokumen bahkan mengindikasikan bahwa kepolisian South Yorkshire, Sheffield dan panitia pertandingan memalsukan laporan berita acara.
 
Ketua Kelompok Pendukung Keluarga Korban Hilsborough, Margaret Aspinall, menyatakan kesuksesan HIP dalam menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dalam tragedi itu adalah sebuah keadilan yang dinantikan selama 23 tahun.
 
"Ini yang selama 23 tahun diperjuangkan oleh keluarga korban Hillsborough. Tanpa ada kebenaran, Anda tak akan pernah mendapatkan keadilan," kata Aspinall, seperti dilansir Daily Mail, Kamis (13/9/2012).
 
Dalam tragedi Hillsborough , 95 orang meninggal pada insiden tersebut dan seorang lagi meninggal setelah mendapatkan perawatan sehingga menambah jumlah korban menjadi 96 orang. 89 korban di antaranya laki-laki serta tujuh orang perempuan.
 
Berdasarkan umur, kebanyakan di antaranya berusia di bawah 30 tahun serta 13 orang di antaranya di bawah usia 20 tahun. Korban termuda adalah seorang anak laki-laki berusia 10 tahun. 730 orang terluka di dalam stadion serta 36 terluka di luar stadion. Ratusan orang juga mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
 

(Windi Wicaksono)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement