Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dualisme Kompetisi Inti Pembahasan Tim Task Force

Decky Irawan Jasri , Jurnalis-Senin, 23 April 2012 |18:30 WIB
Dualisme Kompetisi Inti Pembahasan Tim Task Force
(ilustrasi:ist)
A
A
A

JAKARTA - Dualisme kompetisi di persepakbolaan Indonesia, dipastikan jadi salah satu aspek yang akan dibahas tim Task Force di Kuala Lumpur, Malaysia, besok. Tim bentukan AFC tersebut, dipastikan akan bertemu dengan perwakilan PSSI Djohar Arifin Husin dan La Nyalla M Mattalitti.
 
Dualisme kompetisi sudah jelas terjadi di persepakbolaan Tanah Air. Hadirnya dua kompetisi yaitu Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL), jadi satu bukti jika konflik memecah kompetisi yang ada. PSSI pimpinan Djohar pun mengaku, akan menyiapkan secara jelas awal kronologis yang terjadi.
 
PSSI pimpinan Djohar merasa dualisme yang ada dipersepakbolaan Indonesia diawali dari tidak inginnya PT Liga Indonesia sebagai regulator kompetisi sebelumnya untuk menyerahkan wewenang kepada pengurus PSSI yang baru. Selain tidak ingin menyerahkan wewenangnya, PT Liga Indonesia dinilai tidak ingin menjalani proses audit yang diminta federasi tertinggi sepak bola Indonesia tersebut.
 
"Kami sudah siapkan kronologis mengenai munculnya dualisme kompetisi. Kami persiapkan itu. Kami sebenarnya juga belum tahu daftar pertanyaan yang akan diajukan tim Task Force. Yang pasti, kami akan siapakan apa-apa saja masalah yang membuat munculnya dualisme kompetisi versi kami," ungkap Deputy Sekertaris Jendral (Sekjen) PSSI Bidang Organisasi, Tondo Widodo di kantor PSSI, Jakarta, Senin (23/4/2012).
 
"Muncul dualisme kompetisi dari pihak kami, karena PT Liga Indonesia tidak bersedia menyerahkan kewenangan kepada PSSI soal regulator kompetisi. Mereka pun tidak mau diaudit juga. Lagi pula Exco (Komite Eksekutif) PSSI sudah bekukan PT Liga. Mereka tidak berikan pertanggung jawaban, makanya kami bentuk PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS), sebagai penggerak kompetisi," sambung Tondo.
 
Soal proses penyelesaiannya Tondo mengaku, bahwa PSSI sudah berusaha sekeras mungkin untuk mencari jalan keluar dari dualisme yang ada. Usaha-usaha untuk menyatukan dualisme kompetisi yang terjadi, seperti mengundang klub-klub ISL untuk mencari solusi-solusi terbaik dalam rangka mengedepankan rekonsiliasi.
 
"Awal Desember kami sudah mulai lakukan rekonsiliasi. Kami pun memanggil klub-klub ISL selama tiga kali dan tidak hadir. Lalu Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) juga minta semua pemain timnas dipanggil, itu jadi salah satu usaha PSSI untuk merangkul dan menyelesaikan konflik dualisme kompetisi," terang Tondo.
 
"Saya yakin, keputusan yang diambil PSSI sudah sesuai dengan apa yang diinginkan AFC dan FIFA. Masalah-masalah yang terjadi saat ini, yang pasti semua perwakilan akan berhadapan dengan pihak ketiga dalam hal ini tim Task Force. Mudah-mudahan dengan turun langsungnya AFC, semuanya akan berhasil," tambahnya.
 
Sementara itu dari pihak PSSI pimpinan La Nyalla, tidak ingin lagi membahas soal perdebatan dualisme kompetisi yang terjadi. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana mencari intisari baru untuk menentukan format kompetisi yang ideal musim depan. Dan PSSI pimpinan La Nyalla akan menyiapkan dua opsi untuk menentukan format kompetisi kedepan.
 
"Kami hanya akan membicarakan soal kompetisi ke depan. Salah satunya adalah merangkul klub-klub anggota PSSI yang bermain di IPL. Kami pun akan mencoba mengedepan dua opsi dalam mencari format terbaik. Opsi pertama, 18 klub ISL akan menjalani proses degradasi dan promosi, empat klub yang kemarin dinaikan akan diturunkan dan dinaikan dari empat yang ada di IPL," papar anggota Exco PSSI pimpinan La Nyalla, Toni Apriliani.
 
"Untuk opsi kedua, empat klub dari IPL akan menjalani proses play-off dengan empat klub ISL. Sejauh ini kebijakan-kebijakan tersebut masih dalam kesepakatan saja. Karena semua keputusan akan disahkan dalam kongres tahunan PSSI," tandas Toni.

(Fitra Iskandar)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement