ZURICH – Laga antara AC Milan melawan Juventus akhir pekan lalu menghasilkan kontroversi. ‘Gol Siluman’ Sulley Muntari menjadi pekerjaan rumah bagi federasi sepakbola dunia FIFA.
Pertandingan itu hanya merupakan salah satu contoh dari berbagai kasus dan betapa pentingnya menggunakan teknologi garis gawang dalam sebuah pertandingan. Terutama untuk pertandingan yang ditonton banyak penonton.
Presiden FIFA, Sepp Blatter pun tak mau berbelit-belit dan sesegera mungkin mengusulkan untuk menggunakan teknologi garis gawang. Blatter mendesak agar International Football Association Board (IFAB) untuk segera menggunakannya.
“Kita tidak ingin mengulang Piala Dunia teakhir (ketika bola tendangan Frank Lampard tidak disahkan gol saat Inggris melawan Jerman). Saya pikir saya bisa meyakinkan dewan IFAB bahwa kita harus menggunakan teknologi garis gawang. Kami tidak ingin menunggu dan melihat apa yang terjadi,” ungkap Blatter, seperti disitat Independent, Sabtu (3/3/2012).
Kalaupun nanti digunakan, FIFA berharap sistem baru harus lulus kriteria akurasi yang ketat dan memberikan vonis secepat mungkin oleh wasit, apakah bola telah melewati batas.
Meski tidak diinginkan oleh presiden UEFA, Michel Platini, tapi Blatter bersikukuh agar teknologi itu tetap digunakan. “Platini tidak menginginkannya tapi saya tidak ingin kasus di Piala Dunia terjadi lagi dan menyaksikan situasi lain. Saya bisa mati,” tandasnya.
(A. Firdaus)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.