Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pihak Keamanan Dituding Penyebab Kerusuhan di Mesir

Muhammad Indra Nugraha , Jurnalis-Kamis, 02 Februari 2012 |15:30 WIB
Pihak Keamanan Dituding Penyebab Kerusuhan di Mesir
Para pihak keamanan saat bentrokan pada laga Al-Masry dengan Al-Ahly, di Port Said. (Getty Images)
A
A
A

KAIRO Bentrokan besar yang terjadi pada laga dua klub lokal di Liga Mesir Al-Masry dengan Al-Ahly, di Port Said, Kamis (2/2/2012) telah menewaskan 74 orang. Kejadian tersebut diduga melibatkan kelompok polisi dan militer. Pasalnya, saat bentrokan tersebut tidak terlihat pihak keamanan yang melakukan pencegahan.
 
Tudingan tersebut diungkapkan oleh salah satu pemain Al-Ahly, Mohamed Abo Treika. Ia menjelaskan bahwa para suporter tuan rumah dengan gampangnya masuk ke dalam lapangan dan melakukan serangan kepada pemain dan suporter tim tamu.
 
Bahkan, polisi tidak terlihat saat kerusuhan telah melebar keluar lapangan.
“Tidak ada (pihak keamanan) yang bergerak dan ambulan. Juga tidak ada sebuah upaya untuk melakukan pengamanan,” ujar Mohamed Abo Treika, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (22/1/2012).
 
Sebelumnya Ikhwanul Muslimin, kelompok politik terbesar di Mesir, menuduh para pendukung presiden terguling, Hosni Mubarak, yang menjadi provokator kejadian tersebut. Sehingga, memicu terjadinya kekerasan antar suporter.
 
“Kejadian di Ports Said sudah direncanakan dan merupakan pesan dari sisa-sisa pemerintahan sebelumnya (Hosni Mubarak),” kata anggota parlemen, Essam al-Erian.
 
Dan yang cukup mengejutkan adalah kabar yang menyatakan bahwa para pihak militer dan polisi tersebut masuk dalam kelompok yang mendukung pemerintahan Hosni Mubarak. Mereka diduga segaja membiarkan terjadinya bentrokan tersebut, sebagai bentuk pembalasan terhadap gerakan protes dari kelompok garis keras yang memunculkan revolusi di Mesir.
 
Tudingan tersebut juga muncul karena selama ini kelompok yang anti dengan militer muncul dari organisasi maupun kelompok garis keras atau lebih sering dikenal sebagai ultras dari suporter klub sepakbola.
 
Kelompok itulah yang selama ini giat menyuarakan anti polisi dan militer karena telah menyalahgunakan kekuasaan selama rezim Hosni Mubarak. Seperti, saat menggelar demonstrasi di Kementerian Dalam Negeri, mereka berkumpul di sekitar markas klub Al-Ahly di Kairo. Akibatnya, fans klub itu dituding ikut terlibat dalam aksi protes.
 
Bahkan, para saksi mata yang berada di sekitar lapangan telah menyaksikan para petugas keamanan terlihat seperti membiarkan kerusuhan terjadi. Parahnya lagi ketika laga belum dimulai para petugas di pintu masih seperti membiarkan para suporter masuk dengan membawa pisau ke dalam stadion.

(Achmad Firdaus)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement