Karier Safee di Indonesia Tergantung Keputusan FIFA

Rabu, 1 Februari 2012 17:30 wib
Safee Sali / Daylife
Safee Sali / Daylife
JAKARTA - Penyerang Pelita Jaya Karawang asal Malaysia, Safee Sali, menunggu keputusan FIFA pada 25 Februari mendatang, terkait nasibnya di persepakbolaan Indonesia. Jika kondisinya sudah tidak memungkinkan, keputusan tentang masa depannya baru akan dibicarakan selanjutnya.

Safee sendiri baru saja memperbaharui kontraknya dengan The Young Guns, julukan Pelita Jaya, sampai dua tahun kedepan. Safee sadar sebenarnya bermain di Indonesia Super League (ISL), bisa mengganggu kariernya bersama tim nasional (timnas) Malaysia. Namun Safee mengaku, jika dirinya tidak ingin memikirkan hal itu. Baginya, yang terpenting hanyalah bagaimana caranya bisa mengembangkan karier sepak bola professional.

"Saya sebagai pemain profesional, semua keputusan ada dalam diri saya sendiri. Saya tidak melihat itu sebagai halangan. Dan saya akan serahkan semua masalah ini kepada klub," ungkap Safee kepada wartawan, Rabu (1/2/2012).

Safee juga menyatakan, Football Asosiasi Malaysia (FAM) baru akan mengambil kebijakan soal nasib-nasib pemainnya setelah ada keputusan FIFA, 25 Februari mendatang. Safee mengungkapkan, dirinya akan dipanggil memperkuat Harimau Malaya, julukan Timnas Malaysia, ketika negeri Jiran itu menjalani beberapa laga uji coba kontra Timnas Australia dan Arab Saudi.

"FAM sendiri masih menunggu keputusan FIFA, 25 Februari mendatang. Timnas Malaysia pun saat ini masih terus memerlukan tenaga saya. Tidak ada halangan sama sekali. Februari nanti pun, saya akan menjalani dua laga uji coba dengan timnas Australia dan Arab Saudi," kata Safee.

Sementara itu, pihak Pelita Jaya juga berusaha memberikan peluang kepada penyerang kelahiran Kajang, Selangor, 28 Januari 1984, untuk mencoba kesempatan di luar negeri. Lewat sang Manager Pelita Jaya, Lalu Mara Satria Wangsa, Safee punya kesempatan untuk itu.

"Kami berusaha para pemain Pelita Jaya bisa bermain di level yang lebih tinggi. Misalnya bermain di Brisbane Roar atau CS Vise," tandas Lalu Mara.

(Decky Irawan Jasri (Koran Sindo)/Koran SI/win)
  • john » 1 Tanggapan
    Slama ini hanya akal2an JA, pemain ga boleh masuk TIMNAS, inget Statuta 79 FIFA. JA ga mau pake pemain ISL, Naturalisasi, ato yg main di Uruguay n Belgia... karena ini binaan BAkrie. Jd ganti JA dgn org yg tdk berpolitik.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • orang_malu-maluyu » 0 Tanggapan
    cak mana ta iyeu,pemaen awak tak bisa membela negaranyo saiki sian ksian ne nak safee sali tak makan rendang duo,bir duo kerat
    Beri Tanggapan Laporkan
  • jawa » 0 Tanggapan
    kenapa baru sekrang tuh pelita mu ngasih tau memberi kesempatan bagi pemainnya untuk bermain di luar negri atau apalagi itu orang mana?knp bukan pemain i**o aja? ada apa semua ini???????? tolonglah petinggi pelita berhenti berpolitik cukup kau politikin persebaya sehingga kau ttp di level atas.ingat dosa...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit