Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Adriano Sangkal Insiden Penembakan

Auzan Julikar Sutedjo , Jurnalis-Minggu, 25 Desember 2011 |17:33 WIB
Adriano Sangkal Insiden Penembakan
Adriano menyatakan bukan dirinya yang menembak teman wanitanya/Getty Images
A
A
A

RIO DE JANEIRO – Striker Corinthians, Adriano membantah dirinya telah melakukan penembakan pada seorang wanita di dalam mobil pada Sabtu (24/12) kemarin.
 
“Saya duduk di kursi depan. Sementara tembakan terjadi di kursi belakang,” kata Adriano seperti dilansir Globoesporte, Minggu (25/12/2011).
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Letnan Polisi Tomas da Silva mengatakan insiden tersebut terjadi secara tak sengaja. Pada Sabtu (24/12) pagi, Adriano bersama empat wanita dan seorang pengawalnya baru saja meninggalkan sebuah klub malam di distrik Rio’s Barra da Tijuca. Ketika berada di dalam mobil, Adriano bermain-main dengan pistol berkaliber 40 milik pengawalnya hingga menyebabkan salah seorang teman wanitanya itu tertembak.
 
Wanita tersebut yang diidentifikasi bernama Adriene Cirilo dos Pintos (20) segera dilarikan ke rumah sakit Barra D’Or dan harus menjalani operasi pada lengannya yang terluka. Adriano sendiri tidak ditahan polisi atas perbuatannya tersebut. Ini bukan kali pertama Adriano terlibat insiden di luar lapangan.
 
Striker berusia 29 tahun yang kini bermain bersama klub di negaranya, Corinthians, pada 2010 lalu sempat dicurigai terlibat dalam perdagangan obat-obatan terlarang tetapi kurangnya bukti membuat polisi tak bisa menahannya. Karier Adriano selepas membela Nerazzurri memang kerap diwarnai problem alokohol, depresi, dan berat badan.

(Fitra Iskandar)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement