BALIKPAPAN - Ketua Umum Persiba Balikpapan, H. Syahril HM Taher menilai tidak mudah bagi peserta ISL untuk masuk dalam kasta tertinggi kompetisi sepakbola Indonesia. Pasalnya tim yang masuk ke ISL harus berdarah-darah. Hal ini berbeda dengan model di LPI.
Lebih Jauh Syahril berpendapat PSSI perlu memperhatikan proses yang dilalui oleh para peserta ISL dibandingkan dengan peserta LPI. Pasalnya tim yang masuk ISL merupakan tim yang berdarah-darah dengan susah payah melewati tahapan perjuangan dari divisi satu-divisi utama hingga ISL.
“Kalau di LPI itukan masuknya gampang saja, tidak ada tahapan yang dilalui, mereka sudah bisa langsung ikut LPI tapi di ISL mereka berdarah-darah. Perjuangan panjang harus lewati divisi satu terus masuk divisi utama dan masuk ke ISL,” katanya menilai.
Meski demikian Syahril meminta PSSI untuk mencari format terbaik dalam rencana peleburan LPI dan ISL. Pasalnya dua kompetisi ini memiliki jenjang yang sangat berbeda.
Sebagai pemegang kekuasaan, kata Syahril, PSSI diberikan hak untuk melakukan pengelolaan kompetisi sepakbola profesioanal dengan lebih baik sehingga benar-benar melahirkan sepakbola yang berkualitas dan enak ditonton oleh masyarakat Indonesia.
“Saya serahkan kepada PSSI sebagai pengelola, kan belum jelas juga format seperti apa,” kata Syharil.
Sedangkan menyinggung soal peraturan baru yang kemungkinan pemain asing yang bermain hanya tiga orang, Syharil mengaku belum dapat banyak berkomentar sebab Persiba ingin mengikuti kompetisi dengan enjoy. “Pertama format kompetisi seperti apa belum jelas. Kedua kontrak pemain takut salah, kemarin ada surat soal itu kalau kita kontrak lima nanti yang dua bagaimana. Nah kita ingin semua jelas, sehingga tidak ada masalah kedepannya,” tandasnya.
(Achmad Firdaus)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.