JAKARTA - Persebaya Surabaya keberatan atas sanksi yang diberikan Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyusul kerusuhan pertandingan home Persebaya versus Arema Malang dan kerusakan Stadion Si Jalak Harupat oleh Bonek -sebutan suporter Persebaya- saat dijamu Persib Bandung, beberapa waktu lalu.
Atas ganjaran tersebut, klub berjuluk Bajul Ijo ini melalui kuasa hukumnya mengajukan banding atas putusan Komdis saat menjamu Arema pada 16 Januari 2010. Keberatan ini ditujukan kepada Komisi Banding. Sementara sanksi saat dijamu Persib pada 23 Januari 2010, Persebaya mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kepada Ketua Umum Komdis atas hukuman satu kali pertandingan tertutup kontra Sriwijaya FC di Gelora 10 November, (10/2/2010).
"Atas putusan itu kami ajukan keberatan," kata Kuasa hukum Persebaya M. Sholeh di Jakarta, Senin (8/2/2010).
Sebelumnya, otoritas hukum tertinggi sepak bola Tanah Air mengganjar skorsing 'tahanan kota' Bonek ditambah menjadi dua tahun. Hukuman tersebut akan habis pada 28 Januari 2014. Sehingga total larangan pendukung Persebaya mendukung klubnya saat
away menjadi empat tahun. Sebelumnya mereka tengah menjalani skorsing dua tahun setelah berlaku buruk saat Bajul Ijo away ke Pelita Jaya.
Selain larangan Bonek menyaksikan klub kesayangan saat away, klub legendaris Kota Pahlawan ini juga harus membayar denda Rp250 juta kepada PSSI plus Rp50 juta yang dibayarkan kepada Persib atas kerusakan Stadion Si Jalak Harupat. Vonis itu sebagai imbas sikap tidak terpuji Bonek dalam laga di Bandung. Adapun denda Rp50 juta untuk mengganti kerugian Persib. Belum cukup sampai di situ. Sanksi berupa pertandingan
home tanpa penonton plus denda Rp30 juta juga berlaku bagi panitia pelaksana (panpel) Persebaya.
Sanksi ini tidak membuat Persebaya puas. Melalui kuasa hukumnya mereka berdalih, kalau sebelum para Bonek menyambangi Jalak Harupat, pihak klub sudah memberitahukan kepada para pendukungnya bahwa mereka telah dikenai hukuman tandang. Pengumuman tersebut disiarkan ketika Persebaya menjamu Persema Malang, tepat pada hari yang sama saat hukuman tandang untuk Bonek dijatuhkan.
"Sanksi itu sepertinya tidak mendidik karena kami sebelumnya sudah memberitahu. Jadi kami mengajukan banding," ujar M Sholeh.
Adapun buntut sikap anarkisme bonek saat Bajul Ijo menjamu Arema Malang akibat kelalaian panpel Persebaya. Mereka dinilai gagal memberikan rasa aman dan nyaman pada laga tersebut. Saat itu bus Arema dilempari batu oleh pendukungnya.
"Kami akan mengajukan PK atas pertandingan tertutup nanti. Karena sanksi ini sama saja menutup penghasilan kami. Karena penjualan tiket itu merupakan tulang punggung Persebaya," ujar M. Sholeh.
Ketua Harian Persebaya Cholid Goromah sebelumnya mengecam sanksi yang diberikan Komdis kepada klubnya. "Komdis tidak arif. Harusnya melakukan investigasi terlebih dahulu sebelum menjatuhkan sanski dan denda," katanya.
Cholid juga menyatakan, jika sanksi dan denda yang diberikan tidak akan membawa efek jera serta bukan membina tapi melainkan akan membunuh tim. "Banyak digembor-gemborkan tim Liga Super harus mandiri," jelasnya.
(
Whisnu Bagus /Koran SI/van)