NAPOLI - Tegangnya hubungan antara Ezequiel Lavezzi dan Napoli terus berlanjut. Presiden klub Aurelio De Laurentiis sepertinya semakin muak dengan sikap Lavezzi yang kerap menuntut kenaikan gaji kendati berlaku kurang profesional.
Penyerang 24 tahun itu memang tidak menutupi ketidakharmonisan hubungannya dengan Napoli. Lavezzi berulangkali mengaku kecewa dengan manajemen Partenopei usai permintaannya membicarakan kontrak baru ditolak.
Tuntutan Lavezzi seputar kenaikan gaji akhirnya tidak lagi bisa ditolerir Laurentiis. Pria 50 tahun itu bahkan balik mengecam Lavezzi dan menyuruhnya mengubah sikap jika ingin bertahan di San Paolo (markas Napoli).
"Lavezzi tidak bisa mengatakan apa-apa, begitu juga perwakilannya. Seseorang yang telah menandatangani kontrak untuk waktu dan gaji yang telah ditetapkan, dan telah mendapat kenaikan tujuh bulan kemudian, tidak bisa meminta lebih dari itu," ketus Laurentiis.
"Saya terkejut dengan ketidakdewasaan para profesional ini. Anda tidak bisa mendasarkan segalanya dengan uang," imbuhnya sebagaimana dikutip ANSA.it, Minggu (14/6/2009).
Lebih lanjut, Laurentiis pun mengecam sikap Lavezzi yang dinilainya tidak disiplin dengan kebiasaannya mabuk-mabukan, berpesta, hingga mengunjungi pusat pelacuran.
"Satu hal yang jelas, jika Anda adalah professional, Anda harus terus bersikap profesional. Jika Anda seorang atlet, Anda tidak bisa pergi mabuk-mabukan atau mengunjungi pusat pelacuran," cetusnya.
"Tim harus mempunyai kode etik. Jika Lavezzi terus seperti ini, dia akan menghabiskan dua tahun berikutnya tanpa memperkuat skuad, hingga kontraknya habis. Dia tidak akan dimainkan dan itu akan menghancurkan karirnya. Saya belum mendapat tawaran resmi dari klub lain untuk memboyongnya," tutup Laurentiis.
(Defanie Arianti)
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari