JAKARTA - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan tidak ada keretakan antara dirinya dengan pemain bintang The Three Lions, Jude Bellingham. Bahkan, ia meyakini hubungannya dengan Bellingham justru menjadi semakin erat setelah sang pemain membalas kritiknya secara terbuka.
Hubungan keduanya telah menjadi sorotan sejak pelatih asal Jerman itu mengakui musim panas lalu bahwa ibunya menganggap beberapa tingkah laku Bellingham di lapangan "menjijikkan".
Tuchel meminta maaf atas pernyataan itu. Bellingham sendiri telah bersinar di bawah kepemimpinannya musim panas ini. Ia berhasil mencetak 6 gol di Piala Dunia 2026. Dua gol di antaranya tercipta saat Inggris mengalahkan Norwegia di babak perempatfinal Piala Dunia 2026.
Tuchel mengatakan tidak senang dengan penampilan tersebut. Namun, gelandang Real Madrid itu tidak tinggal diam, menantang pandangan manajernya saat dia menyerukan sikap positif.
Tuchel mengungkapkan dia berbicara dengan skuad untuk menjernihkan suasana keesokan harinya. Ia pun mengklaim tidak ada masalah sama sekali dengan Bellingham menjelang pertandingan semifinal melawan Argentina pada Kamis (16/7/2026) dini hari.
“Saya heran siapa yang membesar-besarkan hal-hal ini, ya? Jadi, tidak ada yang perlu dibesar-besarkan dan jika dibesar-besarkan, tentu saja di media,” katanya kepada talkSPORT, melansir Sky Sport, Rabu (15/7/2026).
“Apa yang Anda harapkan dari seorang pemain yang baru saja bermain 120 menit dan memberikan segalanya jika Anda mempersingkat komentar pelatihnya, jika Anda tidak mengatakan kepadanya bahwa ‘dia kelas dunia’, jika Anda tidak mengatakan kepadanya bahwa ‘dia memiliki aksi kelas dunia’" tuturnya.
Sejumlah orang disebut membesar-besarkan hal tersebut bahkan menggaungkan isu keretakan di antara Tuchel dan Bellingham.
"Kemudian Anda mencoba membesar-besarkannya dan orang-orang mencoba menciptakan kesalahpahaman dan keretakan di tempat yang sebenarnya tidak ada keretakan,” ucapnya.
Sebagai pelatih, Tuchel mengatakan, dirinya dan anak asuhnya berasal dari lingkungan kompetitif. Sebagai pelatih, dirinya mendorong tim hingga batas maksimal.
“Itulah kenyataannya, tetapi kami sedekat sebelumnya, dan lebih dekat dari sebelumnya," ucapnya.
“Anda dapat melihatnya di lapangan. Energi dan mentalitas di kamp sangat bagus dalam beberapa hari terakhir dan kami siap untuk berjuang besok,” tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.