Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penampilan Maarten Paes di Laga Ajax Amsterdam vs PSV Dikritik, Pandit Belanda: Sangat Aneh Pria Ini Bisa Perkuat De Godenzonen

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Minggu, 03 Mei 2026 |12:35 WIB
Penampilan Maarten Paes di Laga Ajax Amsterdam vs PSV Dikritik, Pandit Belanda: Sangat Aneh Pria Ini Bisa Perkuat <i>De Godenzonen</i>
Kiper Ajax Amsterdam, Maarten Paes. (Foto: Instagram/maartenpaes)
A
A
A

AMSTERDAM – Penampilan Maarten Paes dalam laga sengit antara Ajax Amsterdam melawan PSV Eindhoven memicu gelombang kritik tajam. Analis sepak bola ternama asal Belanda, Hugo Borst, tidak menahan diri untuk mengecam performa penjaga gawang yang baru bergabung pada Februari lalu dari FC Dallas tersebut.

Borst menilai Paes gagal memenuhi standar kiper modern yang sangat krusial bagi skema permainan klub sebesar Ajax. Ia menilai Paes menjadi salah satu penyebab Ajax pada akhirnya gagal menang dan imbang dengan skor 2-2.

Kritik ini mencuat setelah Paes terlihat berkali-kali melakukan kesalahan fatal, terutama saat mencoba membangun serangan dari lini belakang. Borst menganggap kualitas sang kiper jauh dari kata memadai untuk bersaing di level tertinggi kompetisi Belanda.

1. Lemah dalam Olah Bola dan Akurasi Operan

Salah satu sorotan utama Borst adalah buruknya kemampuan kaki Paes. Di babak pertama saja, kiper Timnas Indonesia tersebut tercatat dua kali memberikan bola secara cuma-cuma kepada lawan.

Bahkan, satu kesalahan operan di babak berikutnya nyaris berujung petaka saat bola jatuh tepat di kaki pemain PSV yang siap melancarkan serangan balik.

Maarten Paes. (Foto: Instagram/maartenpaes)
Maarten Paes. (Foto: Instagram/maartenpaes)

"Sangat memalukan jika namamu adalah Paes namun memberikan bola-bola seperti itu," kata Borst, mengutip dari media Belanda, Voetbal Zone, Minggu (3/5/2026).

Borst menambahkan bahwa meskipun Paes kabarnya melakukan banyak penyelamatan hebat selama berkarier di Amerika Serikat, sepak bola modern menuntut kiper untuk tampil serba bisa. Borst secara blak-blakan menyebut kehadiran Paes di bawah mistar gawang sebagai sesuatu yang tidak diinginkan atau bisa dilewatkan seperti sakit gigi.

 

2. Belajar dari Johan Cruijff

Untuk memperkuat argumennya, Borst menceritakan sebuah anekdot tentang legenda dunia, Johan Cruijff. Ia mengisahkan bagaimana Cruijff pernah berdiri di posisi kiper saat latihan bersama John van Schip dan Marco van Basten.

Tanpa menggunakan tangannya, Cruijff mampu menghalau hampir semua serangan hanya dengan mengandalkan posisi dan pembacaan permainan yang jenius. Perbandingan ini digunakan Borst untuk menekankan bahwa seorang kiper Ajax harus memiliki visi dan kemampuan terlibat dalam permainan tim yang mumpuni.

Maarten Paes. (Foto: Instagram/maartenpaes)
Maarten Paes. (Foto: Instagram/maartenpaes)

Borst menutup opininya dengan kesimpulan pahit bahwa Paes tidak memiliki kualitas tersebut.

"Seorang kiper saat ini benar-benar harus bisa melakukan banyak hal," tegas Borst.

"Sangat aneh pria ini bisa berakhir di Ajax. Dia tidak bisa melakukannya!" tutupnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement