Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Alasan Ibrahimovic Begitu Membenci Pep Guardiola

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Selasa, 04 April 2023 |11:30 WIB
Ini Alasan Ibrahimovic Begitu Membenci Pep Guardiola
Zlatan Ibrahimovic ketika bermain untuk Barcelona di bawah asuhan Pep Guardiola (Foto: Twitter/fcbarcelona)
A
A
A

ALASAN Ibrahimovic begitu membenci Pep Guardiola akan dibahas pada artikel kali ini. Pemain sepakbola asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, telah melakukan perjalanan karier yang luar biasa.

Di masa mudanya, ia berhasil menduduki sejumlah klub besar Eropa, seperti Juventus, Inter Milan, AC Milan hingga Barcelona. Bahkan berlabuhnya Ibrahimovic di Barcelona pada 2009 sangat diinginkan oleh Pep Guardiola selaku juru taktik klub Catalan tersebut.

Zlatan Ibrahimovic

Ibrahimovic pun resmi berseragam Barcelona dengan nilai transfer 69 juta euro atau sekitar 1 triliun rupiah. Namun, semuanya tak sesuai harapan Ibrahimovic karena ia justru berseteru dengan pelatihnya. Ini alasan Ibrahimovic begitu membenci Pep Guardiola.

Dilansir dari berbagai sumber, dalam buku otobiografinya yang berjudul I Am Zlatan, Ibrahimovic menjelaskan jika sosok Pep Guardiola membuatnya tidak nyaman di Camp Nou.

Hal ini lantaran Guardiola dianggap terlalu mengatur kebiasaan para pemain. Yang paling dibenci oleh Ibra -sebutan Ibrahimovic- adalah ketika Guardiola tak mengizinkan para pemian untuk membawa mobil pribadi. Anehnya, semua pemain benar-benar menuruti perintah pelatih asal Spanyol ini kecuali Ibra tentunya.

Meski merasa tak nyaman, di musim pertamanya bersegaram Barcelona Ibra tampil gemilang. Ia berhasil mengemas 11 gol dari 14 pertandingan. Tak hanya itu saja, Ibra juga turut andil dalam peraihan trofi Piala Super Eropa.

Sayangnya, di akhir 2009, Zlatan Ibrahimovic merasa tak puas dengan jalan kariernya. Pasalnya, ia hanya mencetak 5 gol dari 16 penampilan.

Pep Guardiola

Lebih lanjut lagi, kebencian Ibra terhadap Guardiola rupanya tak terlepas dari sikap sang pelatih yang terlalu menomor satukan Lionel Messi. Pasalnya, saat itu Messi yang baru saja dipromosikan ke tim senior meminta keapda Guardiola agar ia bermain sebagai pemain tengah dan langsung disetujui.

Guardiola pun mengganti formasi dari 4-3-3 menjadi 4-5-1. Ibra tetap menjadi penyerang tengah, namun Messi mengekor di belakangnya. Hal ini membuatnya merasa seperti pembuka kesempatan bagi Messi dan bukan sebagai target-man untuk mencetak gol.

(Reinaldy Darius)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement