MALANG - Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir menggelar pertemuan tertutup dengan CEO Arema FC, iwan Budianto dan perwakilan Aremania. Pertemuan tersebut pun terjadi di sebuah restoran yang berada di Jalan Bandung, Malang, pada Jumat (3/3/2023) sore WIB.
Usai diusut oleh MNC Portal Indonesia, perwakilan Aremania hadir dalam pertemuan tertutup tersebut untuk menyampaikan keluh kesah terkait tragedi Kanjuruhan. Dari banyaknya perwakilan suporter Arema FC yang hadir di pertemuan itu, setidaknya ada 20 Aremania yang berkomunikasi langsung dengan Ketum PSSI periode 2023-2027 tersebut.
Salah satu wakil Aremania, Ahmad Ghozali, meminta agar Ketum PSSI yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu untuk menuntaskan persoalan-persoalan menyangkut korban Tragedi Kanjuruhan, salah satunya adalah penanganan trauma atas insiden tersebut.

“Kami disini menyampaikan banyak hal kepada Pak Ketum, berkaitan dengan penanganan trauma atas insiden Kanjuruhan yang dirasakan sangat berat. Kami berharap program trauma healing bisa dituntaskan. Ini penting, karena berkaitan dengan kondisi psikis dan tentunya sepak bola kedepannya,” ungkap Ahmad Ghozali, melalui rilis yang disampaikan, Jumat (3/3/2023).
Pertanyaan Ahmad tadi langsung ditanggapi oleh Erick Thohir. Sebelum menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkapkan bahwa sudah memberikan perhatian khusus kepada 135 korban jiwa dengan menggelar event untuk santunan kepada keluarga korban.
“Sebelum jadi Ketum PSSI saya sudah bikin acara, mustinya bisa disalurkan dananya, ada 135 datanya ada kemarin sudah beri santunan kira siapkan dokter keliling untuk ringankan beban. Nanti bisa dipastikan untuk kirim surat kepada saya, program trauma healing seperti apa yang diharapkan,” jawab Ketum PSSI tersebut.
Hal lainnya adalah Aremania juga berharap renovasi Stadion Kanjuruhan bisa dipercepat, mengingat tim Singo Edan harus mempersiapkan homebase untuk kompetisi musim depan. Permintaan tersebut diungkapkan oleh Aremania lainnya, yakni Yonesa Murlian Permadansah.
“Saya sekedar menyampaikan saran, untuk percepatan renovasi Stadion Kanjuruhan, agar aktivitas sepak bola di Malang kembali normal,” ungkap Yonesa Murlian Permadansah menambahkan.

Pada kesempatan itu, Erick Thohir juga memberikan masukan kepada Aremania dan manajemen Arema FC yang turut hadir, yakni pemilik saham mayoritas PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Iwan Budianto.
Erick Thohir tepatnya meminta agar pengelolaan tiket dapat menggunakan sistem berbasis data. Hal itu untuk mengidentifikasi siapa-siapa yang membeli tiket.
“Kalau di Eropa, ketika ada pelemparan suporter (individu) bisa di black list, karena menggunakan sistem. Jadi klub dan suporter harus diuntungkan,” tutup Erick Thohir.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.