Share

Persis Solo Resmi Tunjuk Leonardo Medina sebagai Pelatih Baru, Ini Alasan Utama Tertarik Tangani Laskar Sambernyawa

Muammar Yahya Herdana, MNC Portal · Senin 07 November 2022 03:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 07 49 2702104 persis-solo-resmi-tunjuk-leonardo-medina-sebagai-pelatih-baru-ini-alasan-utama-tertarik-tangani-laskar-sambernyawa-419yEMMdPG.jpg Leonardo Medina resmi jadi pelatih baru Persis Solo. (Foto: Persis Solo)

PERSIS Solo resmi menunjuk Leonardo Medina sebagai pelatih baru. Leonardo Medina pun membeberkan alasan utamanya tertarik menangani Persis Solo. Pelatih asal uruguay tersebut mengatakan keragaman pemain yang ada di skuad Laskar Sambernyawa -julukan Persis Solo-jadi penyebabnya.

Leonardo Medina resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Persis Solo pada Minggu 6 November 2022. Mantan asisten pelatih Johor Darul Takzim itu pun memiliki pengalaman yang sangat baik di level Asia Tenggara.

Leonardo Medina

BACA JUGA: Setelah PSSI, Persebaya Surabaya dan Persis Solo Tentukan Sikap kepada PT LIB

Rupanya, keberagaman usia pemain Persis Solo membuat pelatih berusia 45 tahun itu tertarik menangani Laskar Sambernyawa. Bagi Medina, hal tersebut akan membuat permainan yang disuguhkan di lapangan menjadi lebih atraktif.

“Tim ini mempunyai rata-rata pemain yang cukup segar, yaitu sekira 27 tahun. Kombinasi pemain muda dan senior membuat tim ini semakin menarik dan atraktif ketika bermain di atas lapangan,” ujar Leonardo Medina, dilansir dari laman resmi Persis, Senin (7/11/2022).

“Saya juga telah mengenal Fernando (sebelumnya bermain untuk Johor Darul Takzim II) dan telah melihat cuplikan beberapa pemain, kita memiliki komposisi yang sangat baik untuk menghadapi kompetisi,” imbuhnya.

Setelah bersaing selama tiga tahun di Liga Malaysia, Leonardo Medina merasa sepakbola Indonesia memiliki karakter yang berbeda dengan Malaysia. Dirinya merasa Indonesia memiliki gaya bermain cepat seperti yang dirinya temukan di Meksiko.

“Tentu, secara strategi permainan di Indonesia dan Malaysia cukup berbeda. Jika di Indonesia, permainan jauh lebih strategis dan bermain secara cepat baik menyerang maupun bertahan,” sambung Medina.

“Sedangkan di Malaysia, strategi menunggu untuk melakukan counter attack lebih sering diterapkan. Permainan di Indonesia sangat mirip ketika saya berada di Meksiko, bermain cepat dan setiap klub memiliki keinginan untuk meraih juara,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini