Share

Tak Mau Disalahkan soal Jam Main Malam Liga 1 2022-2023, Ini Jawaban PSSI

Andika Rachmansyah, MNC Portal · Rabu 05 Oktober 2022 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 49 2681080 tak-mau-disalahkan-soal-jam-main-malam-liga-1-2022-2023-ini-jawaban-pssi-PahwNlVMP0.jpg Suasana laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. (Foto: Instagram/aremafcofficial)

JAKARTA - PSSI saat ini menjadi sorotan karena dinilai bertanggung jawab besar dalam tragedi Kanjuruhan. Karena insiden berdarah di laga Arema FC vs Persebaya Surabaya itu, ada dugaan bakal ada petinggi PSSI yang bakal disalahkan dan terkena pidana.

Apalagi PSSI pun juga memiliki andil besar dalam penentuan pertandingan Liga 1 2022-2023 yang digelar malam hari. Mendengar hal tersebut, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Erwin Tobing, merasa pihaknya tidak bersalah karena maim malam sudah dilakukan sepakbola Indonesia dari beberapa tahun yang lalu.

Seperti diketahui, insiden mengerikan itu terjadi ketika Arema FC telan kekalahan dari Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu 1 Oktober 2022. Sebanyak 125 nyawa harus melayang setelah pertandingan tersebut berakhir 2-3 untuk kekalahan Arema.

Hal itu disinyalir karena kepanikan Aremania yang ada di tribun penonton setelah aparat keamanan melepas gas air mata. Imbasnya, banyak dari mereka yang mengalami sesak napas sampai terinjak-injak ketika ingin keluar dari stadion.

FIFA kibarkan bendera setengah tiang untuk hormati korban kerusuhan Arema vs Persebaya

Namun sampai saat ini, belum ada satupun pihak yang bertanggung jawab ataupun ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik atas insiden berdarah tersebut. Meskipun sejak Selasa kemarin, kasus ini telah dinaikan dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.

Sebelumnya, Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar, Profesor Suparji Ahmad telah mengatakan kalau PSSI dan Operator Liga yakni PT LIB sangat mungkin menjadi tersangka untuk mempertanggungjawabkan kasus pidana ini. Suparji memaparkan bahwa yang bertanggung jawab atas kasus tersebut bukanlah koorporasi ataupun organisasinya, tetapi merujuk pada perorangan.

Itu artinya, akan ada sosok individu dari PSSI atau PT LIB yang mungkin bakal dijadikan tersangka untuk mempertanggungjawabkannya. Erwin pun ditanya tanggapannya mengenai ancaman tersebut. Namun lucunya, Ketua Komdis PSSI itu malah menjawab dengan ngalor ngidul.

Awalnya Erwin bercerita mengenai kekecewaan Aremania yang telan kekalahan dari Persebaya sehingga merangsek masuk ke dalam stadion. Lalu, dia malah melakukan pembelaan kepada aparat kepolisian yang menembakkan gas air mata ke penonton dengan alasan untuk mengusir mereka.

Bahkan menurut Erwin, tidak ada pemukulan yang dilakukan petugas kepada Aremania, padahal jelas terlihat di video yang beredar di media sosial bahwa hal itu terjadi.

Sampai-sampai Erwin malah menjawab mengenai jam tayang malam yang dilakukan pada laga Arema FC vs Persebaya. Dirinya mengatakan kalau bermain malam hari merupakan hal yang biasa terjadi di Indonesia.

“Kita kan sudah membuatnya sesuai regulasi, ada panitia pelaksana, kalau ditanya ‘kenapa harus main malam?’ itu sudah hal yang biasa dilakukan malam hari, umumnya di Indonesia ini stadion-stadion sudah pakai malam hari sejak puluhan tahun," kata Erwin, dilansir dari kanal Youtube Official iNews, Rabu (5/10/2022).

Jokowi minta Liga 1 Dihentikan

"Mulai dari musim 2021-2022 semua malam begitu juga 2022-2023 sejak awal jadwalnya memang main malam," sambungnya

Hingga ditekankan kembali apakah PSSI siap tanggung jawab, Erwin baru menjawab. Dia mengatakan kalau menyerahkan semuanya kepada penyidik bagaimana keputusan yang akan terjadi.

“Bukan perkara siap tidak siap bertanggung jawab. Kita serahkan pada penyidik saja," ungkapnya.

"Kita sudah memberikan satu hukuman dan tindakan kepada penyelenggara yang salah, jadi selanjutnya silahkan diserahkan ke penyidik saja," pungkas Erwin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini