Share

Ingin Bertemu Keluarga Korban Tragedi Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Presiden Jokowi Terbang ke Malang

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 05 Oktober 2022 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 49 2681027 ingin-bertemu-keluarga-korban-tragedi-laga-arema-fc-vs-persebaya-surabaya-presiden-jokowi-terbang-ke-malam-1G6S9GfQLn.jpg Presiden Jokowi bakal ke Malang untuk menemui korban Tragedi Kanjuruhan. (Foto: Raka Dwi Novianto/MPI)

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), bakal terbang ke Malang untuk menemui keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Kabarnya usai menghadiri upacara peringatan HUT TNI Ke-77 di Istana Merdeka, Jokowi akan langsung meluncur ke Malang.

"Iya, iya (ke Malang)," kata Jokowi di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Di Malang, Jokowi diagendakan bakal memberikan santunan kepada ahli waris korban dan menjenguk korban tragedi Kanjuruhan.

Diberitakan sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan bahwa Presiden Jokowi akan memberikan langsung santunan kepada korban tragedi Kanjuruhan.

FIFA kibarkan bendera setengah tiang untuk hormati korban kerusuhan Arema vs Persebaya

"Presiden akan mampir, akan menyerahkan sendiri bansos itu sebagai bentuk simpati dan empati serta perhatian pemerintah kepada korban pertandingan sepak bola di kanjuruhan itu," ujar di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Nantinya, kata Mahfud, setiap keluarga akan mendapatkan santunan senilai Rp 50 juta.

"Sampai saat ini masih tercatat 125 orang meninggal dunia dan itu masing-masing keluarganya akan diberi 50 juta dan akan diserahkan presiden sendiri di Jawa Timur. Mungkin di Malang, mungkin di Surabaya sedang disiapkan teknisnya," kata Mahfurd.

Seperti yang diketahui, tragedi berdarah terjadi di laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berlangsung Stadion Kanjuruhan, Sabtu 1 Oktober 2022. Laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 tersebut berakhir ricuh usai beberapa Aremania turun ke lapangan usai Arema takluk 2-3 dari Persebaya.

Karena hal tersebut, petugas keamanan mencoba untuk memukul mundur suporter ke tribun. Namun, polisi justru menggunakan gas air mata yang sejatinya dilarang oleh FIFA.

Jokowi minta Liga 1 Dihentikan

Karena penggunaan gas air mata itu juga yang membuat banyak korban berjatuhan. Pasalnya suporter banyak yang panik hingga mencoba melarikan diri bersama, desak-desakkan tak terhindarkan dan membuat ada yang terinjak-injak.

Alhasil, banyak korban luka-luka hingga ada 125 orang dinyatakan meninggal dunia. Karena insiden itulah yang membuat FIFA kini menyelidiki sepakbola Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini