Share

Erik Ten Hag Turut Bersedih atas Tragedi Berdarah di Kanjuruhan

Rio Eristiawan, MNC Portal · Senin 03 Oktober 2022 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 51 2679836 erik-ten-hag-turut-bersedih-atas-tragedi-berdarah-di-kanjuruhan-UvQLfkOry9.JPG Erik Ten Hag turut bersedih atas Tragedi Kanjuruhan (Foto: REUTERS)

ERIK Ten Hag turut bersedih tragedi berdarah di Kanjuruhan. Menurut pelatih Manchester United itu, tragedi ini merupakan bencana yang luar biasa.

Dalam laga Liga Inggris 2022-2023 antara Manchester City dan Manchester United di Etihad Stadium, para pemain melakukan mengheningkan cipta sebelum pertandingan. Kedua tim pun terlihat mengenakan ban lengan hitam sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.

Manchester City vs Manchester United

Dalam pertandingan tersebut Man United harus menelan kekalahan 3-6 dari The Citizens -julukan Man City- di Etihad Stadium, Minggu (2/10/2022) malam WIB. Selepas pertandingan, Ten Hag pun memberikan tanggapan mengenai tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Pelatih asal belanda itu mengatakan tragedi tersebut benar-benar menjadi bencana. Ten Hag mengaku sangat sedih dan prihatin dengan kejadian tersebut.

"Saya telah melihatnya, ini benar-benar bencana. Kami sangat sedih, perhatian kami bersama semua orang dan keluarga dan orang-orang Indonesia," kata Ten Hag dilansir dari twitter beIN Sports (@beinsports_FR), Senin (3/10/2022).

Sepakbola Indonesia sedang mengalami hari kelam, setelah adanya tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pasalnya laga Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya di pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB, harus berakhir ricuh.

Hal tersebut diakibatkan oleh Aremania -nama suporter Arema FC- yang tidak puas dengan hasil akhir Singo Edan -julukan Arema FC. Dalam laga yang tajuk Super Derby Jawa Timur itu Arema harus menelan kekalahan 2-3 dari tim tamu.

 Tragedi Kanjuruhan

Selepas pertandingan Aremania masuk ke dalam lapangan dan membuat pihak keamanan beraksi untuk meredam kericuhan. Namun celakanya pihak keamanan melakukan tembakan salah saran dengan menembakan gas air mata ke arah tribun.

Suporter yang berada di tribun pun panik, sehingga berusaha menyelamatkan diri udan mencoba keluar dari dalam stadion. Akibat kejadian tersebut lebih dari 125 korban meninggal dunia akibat terinjak-injak saat mencoba keluar dari Kanjuruhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini