Share

3 Perbedaan Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong dan Luis Milla, Mengejutkan!

Ramdani Bur, Okezone · Kamis 29 September 2022 09:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 51 2677141 3-perbedaan-naturalisasi-pemain-timnas-indonesia-era-shin-tae-yong-dan-luis-milla-mengejutkan-tvFAutkmST.jpg Shin Tae-yong (kedua dari kiri), bakal andalkan banyak pemain naturalisasi di Piala AFF 2022. (Foto: PSSI)

PERBEDAAN naturalisasi pemain Timnas Indonesia era Shin Tae-yong dan Luis Milla akan dibahas dalam artikel ini. Baik Shin Tae-yong dan Luis Milla, sama-sama mengandalkan pemain naturalisasi.

Namun, ada beberapa perbedaan yang bakal diulas dalam artikel ini. Lantas, apa saja perbedaan yang dimaksud?

Berikut 3 perbedaan naturalisasi pemain Timnas Indonesia era Shin Tae-yong dan Luis Milla:

3. Posisi Bermain

Beto Goncalves

(Beto Goncalves, pemain yang dinaturalisasi di era Luis Milla)

Ketika menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla masih diuntungkan prosedur, yang mana sebuah klub diizinkan mengajukan proses naturalisasi kepada pemerintah. Uniknya, pemain-pemain yang dinaturalisasi di era kepelatihan Luis Milla mayoritas berposisi sebagai penyerang.

Mereka ialah Ezra Walian, Beto Goncalves dan Ilija Spasojevic. Hal itu berbeda dengan era Shin Tae-yong. Pemain-pemain yang diminta Shin Tae-yong untuk dinaturalisasi beroperasi sebagai pemain belakang, yakni Jordi Amat, Sandy Walsh dan Shayne Pattynama.

Namun, Shin Tae-yong belum sempat menggunakan jasa nama-nama di atas, mengingat proses naturalisasi mereka masih berjalan. Paling cepat, PSSI bisa menggunakan jasa Sandy Walsh dan kawan-kawan di Piala AFF 2022.

2. Asal Pemain

Shayne Pattynama

(Shayne Pattynama memiliki darah Indonesia dari sang ayah)

Di era Shin Tae-yong, pemain yang dinaturalisasi wajib memiliki darah Indonesia. Sandy Walsh, Jordi Amat dan Shayne Pattynama diketahui mempunyai darah Indonesia.

Bagaimana dengan Marc Klok? Gelandang Persib Bandung ini sempat mengakui memiliki darah Indonesia, meski dalam proses pembuktian kepada FIFA, Marc Klok gagal melakukannya.

Sementara Luis Milla, tidak mempermasalahkan asal-muasal pemain naturalisasi. Terbukti di Asian Games 2018, Luis Milla mengandalkan penyerang asal Brasil, Beto Goncalves, untuk mengisi lini depan Timnas Indonesia U-23.

1. Proses Pengajuan

Sandy Walsh dan Jordi Amat

(Jordi Amat (kanan) dan Sandy Walsh segera mendapatkan paspor Indonesia)

Seperti yang sudah diutarakan di atas, di era Luis Milla, klub-klub masih diizinkan mengajukan proses naturalisasi pemain. Keputusan ini pada akhirnya menguntungkan klub, yang mana mereka menjadi lebih banyak memiliki pemain berdarah asing.

Sementara di era Shin Tae-yong, klub sudah tak diizinkan lagi mengajukan proses naturalisasi pemain. Karena itu, proses pengajuan pemain naturalisasi hanya satu pintu, yakni PSSI yang mengajukan kepada pemerintah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini