Terkait Keputusan Ganti Pelatih dan Pindah Homebase, Ini Klarifikasi Bos PSS Sleman

Priyo Setyawan, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 49 2487194 terkait-keputusan-ganti-pelatih-dan-pindah-homebase-ini-klarifikasi-bos-pss-sleman0-esBuzTR432.jpg Skuad PSS Sleman. (Foto: LigaIndonesiaBaru)

SLEMAN - Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Marco Gracia Paulo, akhirnya memberikan klarifikasi terkait masalah pergantian pelatih serta pernyataan kontroversinya terkait kepindahan homebase. Menurut Marco, ia mengaku salah dan meminta maaf karena sempat mengatakan ingin memindahkan homebase PSS dari Sleman.

“Kepada seluruh masyarakat Sleman dan tentunya Sleman Fans, saya menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan tersebut. Situasi selama dua hari yang melelahkan membuat saya pribadi merasa kecewa dengan perkembangan yang ada,” jelas Marco Gracia Paulo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/10/2021).

Semua masalah berawal pada Kamis 30 Oktober 2021, di mana terjadi dialog dengan perwakilan suporter melalui sambungan telepon terkait tuntutan mundurnya pelatih kepala PSS, Dejan Antonic. Meski management PSS sudah memberikan tanggapannya lewat pernyataan di akun resmi, tapi hal itu tetap membuat Sleman Fans menuntut dicopotnya pelatih asal Serbia tersebut.

Baca Juga; Hasil PSS Sleman vs Barito Putera di Pekan Ketujuh Liga 1 2021-2022: Super Elang Jawa Menang Tipis

PSS Sleman

Karena didesak, Marco pun tak sengaja mengeluarkan kata ingin memidahkan homebase PSS dari Sleman. Ia pun mengakui bahwa perkataannya itu salah dan karenanya ia meminta maaf

"Adanya tekanan untuk langsung melakukan pergantian pelatih kepala pada malam itu, akhirnya secara spontan terucap kalimat tersebut. Tidak ada maksud untuk menyakiti siapapun dengan kalimat itu. Saya ingin sampaikan, PSS adalah milik Sleman dan akan tetap ada di Sleman," sambungnya.

“Saya mengerti dan memahami kekecewaan fans dengan hasil yang didapatkan sampai pada pekan kelima kompetisi. Seperti pernyataan yang sudah disampaikan, evaluasi telah dilakukan dan telah diambil langkah strategis untuk memastikan tim kembali ke performa terbaiknya,” kata pria yang akrab disapa MGP ini.

MGP menegaskan, upaya membangun PSS sebagai klub yang benar-benar profesional dan tangguh bukanlah pemanis belaka. Namun dibutuhkan kesabaran untuk mewujudkan hal itu, khususnya dengan situasi dan persiapan yg minim terkait dengan situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Marco menjelaskan dengan capaian hasil tim yang belum maksimal di kompetisi Liga 1 2021-2022, serta tekanan fans untuk meraih kemenangan, mengganti pelatih dan lainnya sangat menguras fisik dan emosi,.

Saat ini, PSS menatap laga berikutnya untuk meraih hasil terbaik. Masih banyak pertandingan yang harus dilakoni, dan itu akan menjadi ajang pembuktian di lapangan. Diharapkan para pemain akan kembali ke performa terbaik mereka.

“Saya percaya penuh pada tim ini, saya percaya kepada tim pelatih untuk tetap mendapatkan hasil yang terbaik. Saya mengajak semuanya untuk tetap mendukung dan berdoa agar mereka dapat menuntaskan tugasnya dengan baik di dalam maupun di luar lapangan,” terangnya.

Sejauh ini PSS Sleman sudah mengoleksi delapan poin dari tujuh laga Liga 1 2021-2022 yang sudah dimainkan. Mereka pun bertengger di peringkat kesembilan dengan beda delapan poin dengan peringkat pertama yang dikuasai Bhayangkara FC.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini