5 Pesepakbola yang Bikin Orang Lain Meninggal Dunia, Nomor 1 Baru Juara Liga Champions

Ramdani Bur, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 51 2448598 5-pesepakbola-yang-bikin-orang-lain-meninggal-dunia-nomor-1-baru-juara-liga-champions-PF9JldIRed.jpg Patrick Kluivert saat membela Ajax Amsterdam. (Foto/UEFA)

SEJUMLAH pesepakbola menyebabkan orang lain meninggal dunia. Berbagai alasan melatarbelakanginya, salah satunya kelalaian saat berkendara.

Namun, selain hal tidak disengaja seperti di atas, ada juga kejadian yang direncanakan sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia. Lantas, siapa saja pesepakbola yang dimaksud?

Berikut 5 pesepakbola yang bikin orang lain meninggal dunia:

5. Patrick Kluivert

Foto/UEFA

Bagi Anda fans sejati Ajax Amsterdam dan Timnas Belanda pasti kenal sosok yang satu ini. Patrick Kluivert merupakan pahlawan Ajax Amsterdam saat menjuarai Liga Champions 1994-1995. Hebatnya, itu merupakan musim debut Kluivert bersama tim senior Ajax Amsterdam.

Setelah menjalani musim debut gemilang bersama Ajax Amsterdam, Kluivert mengalami kecelakaan mengerikan pada September 1995.

Menggunakan BMW M3, Kluivert yang memacu mobilnya di atas rata-rata hilang kendali hingga menabrak mobil lain. Ironisnya, dalam kecelakaan yang terjadi Kota Amsterdam, Kluivert tidak sendirian. Ia membawa sang supir, seorang sutradara ternama asal Belanda dan teman wanitanya.

Dalam kecelakaan tersebut, supir Kluivert meninggal dunia. Awalnya, Kluivert dilarang mengemudi seumur hidup akibat kecelakaan tersebut. Akan tetapi, Kluivert hanya diminta melakukan kerja sosial selama 240 jam dan dilarang mengemudi 18 bulan.

4. Gavin Grant

Gavin Grant

Mantan pemain Gillingham dan Bradford City, Gavin Grant, divonis hukuman penjara selama 25 tahun pada 2010, akibat tindakan keji yang dilakukan enam tahun sebelumnya. Pada 2004, Grant bersama sang teman yakni Gareth Downie menembak salah satu orang bernama Leon Labastide.

Awalnya, selama bertahun-tahun, kepolisian setempat tidak mengetahui siapa dalang di balik pembunuhan Labastide. Akhirnya setelah melakukan penyelidikan enam tahun lamanya, Grant ditetapkan sebagai tersangka dan hingga kini masih tertahan di penjara. Sebenarnya pada 2015, Grant dan pengacaranya sempat melakukan banding, namun ditolak hakim.

3. Alexander Villaplane

Alexandre Villaplane

Villaplane adalah kapten Tim Nasional (Timnas) Prancis saat tampil di Piala Dunia 1930. Akan tetapi, Villaplane terkenal bukan karena kemampuannya dalam mengolah si kulit bulat, melainkan tindak buruknya di luar lapangan.

Pada 1944, Villaplane menjadi ketua Brigade Afrika Utara yang merupakan organisasi kriminal. Organisasi tersebut bekerja sama dengan Nazi. Pada 11 Juni 1944, ia membunuh 52 orang di salah satu wilayah di Prancis (Mussidan). Pada akhirnya, Villaplane ditangkap di tahun yang sama dan dijatuhi hukuman mati. Pada 26 Desember 1944, Villaplane akhirnya meregang nyawa setelah dieksekusi regu tembak di Fort de Montrouge.

2. Bruno Fernandes de Souza

Bruno Fernandes

Bruno melakukan tindakan keji pada 2010. Bersama sang sepupu dan temannya yakni Luiz Henrique, Bruno melakukan pembunuhan berencana. Mantan penjaga gawang Flamengo itu terbukti bersalah telah membunuh mantan pacarnya yang telah memberikannya satu anak, yakni Eliza Samudio.

Akibatnya pada 2013, Bruno divonis hukuman penjara selama 22 tahun. Akan tetapi pada 2017, Bruno sempat keluar dari penjara karena mengajukan banding. Namun, dua bulan kemudian, Bruno kembali ditangkap dan kembali menjalani hidup di balik jeruji besi. Saat ditanya apakah menyesal telah membunuh sang mantan pacar, Bruno sama sekali tidak menyesali tindakan kejinya tersebut.

1. Marcos Alonso

Marcos Alonso

Marcos Alonso merupakan fullback kiri andalan Chelsea asuhan Antonio Conte. Ia turut membawa Chelsea asuhan Conte juara Liga Inggris 2016-2017.

Terbaru, Marcos Alonso juga terlibat saat Chelsea juara Liga Champions 2020-2021 usai mengalahkan Manchester City 1-0. Namun, siapa sangka Marcos Alonso pernah menghilangkan nyawa orang lain.

Pada 2011 atau ketika masih membela Bolton Wanderers, Alonso terlibat kecelakaan mobil di Kota Madrid. Saat itu, Alonso mengemudikan mobil hingga 112,8 km/jam, padahal batas maksimal kecepatan yang diizinkan di area tersebut hanyalah 50 km/jam.

Akibat kecelakaan tersebut, salah seorang penumpang wanita meninggal dunia. Awalnya, Alonso dijatuhi hukuman 21 bulan penjara pada Februari 2016. Akan tetapi, hukuman diubah dengan Alonso hanya diminta membayar denda sebesar 61 ribu euro (Rp1,04 miliar) dan dilarang mengemudi selama tiga tahun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini