Pandemi Covid-19, Pendapatan Liga Spanyol Malah Naik 12 Persen

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 21 Juni 2021 21:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 46 2428714 pandemi-covid-19-pendapatan-liga-spanyol-malah-naik-12-persen-IFNiBCldyQ.jpg La Liga Spanyol meraih keuntungan hingga 5 miliar Euro. (Foto/La Liga Spanyol)

MADRID – Situasi pandemi Covid-19 membuat liga-liga besar di Eropa mengalami kerugian. Namun, La Liga Spanyol justru meraih pendapatan lebih dari 5 Miliar Euro di musim kompetisi 2019-2020 lalu.

Pendapatan La Liga bertumbuh dengan rata-rata lebih dari 12% dalam lima tahun terakhir, dan klub La Liga memiliki tingkat solvabilitas keuangan yang tinggi.

Dengan pendapatan itu LaLiga akan mengalokasikan lebih dari 125 juta Euro kepada entitas lainnya untuk mengembangkan sepak bola non-profesional dan olahraga lainnya.

Foto/La Liga

Hal itu terungkap dalam presentasi Laporan Keuangan Musim 2019-2020 LaLiga yang digelar secara virtual pada Senin (21/6/2021).

Baca juga: Laporta Akui Kedatangan Aguero Bikin Messi Bertahan di Barcelona

Kesimpulan utama yang muncul dari hasil ini adalah bahwa klub LaLiga memiliki rasio hutang dan ekuitas yang sangat baik. Sehingga kepercayaan diri para investor memungkinkan mereka untuk menghasilkan pembiayaan di bawah persyaratan yang menguntungkan, dan dengan adanya pengaturan pencairan keuangan berkat upaya mereka dalam mengontrol biaya pengeluaran.

Baca juga: Pindah ke Atletico Madrid Usai Dibuang Barcelona, Luis Suarez Sebut Keputusan Terbaik

Total pendapatan mereka adalah 5.045 juta euro, naik 3,6% dibandingkan pendapatan musim 2018/2019, meskipun angka ini bisa menjadi 5.321 juta euro (naik9.3%) tanpa dampak pandemi COVID-19 berdasarkan estimasi dari PwC.

Selain itu, rata-rata kumulatif pertumbuhan jangka panjang di setiap lima musim terakhir juga naik 12%, angka yang bahkan lebih berharga dibandingkan sektor dan perusahaan lainnya. Sebagai contoh, perusahaan IBEX35 yang rata-rata turun 1.4% dalam lima tahun terakhir.

Kemudian, yang patut diperhatikan adalah kontribusi yang lebih besar dari LaLiga SmartBank secara keseluruhan, yakni sebesar 9,3% total pendapatan, yang merupakan nilai maksimum dan tanda persaingan yang semakin seimbang; pendapatan dari hak siar mencapai 35% dari total pendapatan.

Dibandingkan dengan kompetisi besar Eropa lainnya, LaLiga adalah satu-satunya liga yang menghasilkan keuntungan (pendapatan bersih 77 juta euro), dan terus menjadi yang terdepan dalam pendapatan berdasarkan perbandingan kesetaraan tingkat demografis dan harga (107 euro/kapita).

Pada total pengeluaran, biaya dan amortisasi staf olahraga masih menjadi pengeluaran terbesar dari klub, dimana pengeluaran meningkat hingga 60% pada musim 19/20, dua poin lebih banyak dibandingkan musim sebelumnya, dibandingkan dengan biaya staf non-olahraga yang tetap stabil di 5%.

Sepakbola profesional Spanyol bisa membanggakan profitabilitas tingkat tinggi yang tangguh dengan profitabilitas operasional yang positif, terlepas adanya dampak dari pandemi COVID-19. Kemudian, EBITDA setelah transfer pemain melebihi 1.000 juta euro ( 1.196 juta euro tanpa adanya dampak dari pandemi COVID-19 menurut PwC), berkat upaya signifikan klub yang terus menahan dan mengontrol biaya pengeluaran.

LaLiga mempertahankan kapasitas besar untuk investasi dan tingkat utang yang berkelanjutan (NFD/EBITDA 1,63x) berkat tingkat profitabilitas yang kuat. Dalam hal ini, utang keuangan bersih meningkat menjadi 745 juta euro, yang dihasilkan dari investasi bersih sebesar 509 juta euro. Dari total investasi tersebut, 84% untuk pemain dan 16% untuk infrastruktur.

Foto/La Liga

Pandemi ini memberikan dampak ketika sebagian besar investasi telah dilakukan dan disepakati pada musim 19/20. Penurunan drastis dalam hal ini akan terlihat pada musim 20/21 serta penurunan rasio modal yang digunakan (NPA)/total pendapatan – saat ini berada di tingkat yang luar biasa. Data investasi menunjukkan bahwa LaLiga menghasilkan bakat yang patut untuk dijual secara internasional, yang bisa memberikan LaLiga peluang investasi kembali ke bakat dan infrastruktur yang lebih banyak.

Dampak Sosial

Hasil positif dari para pemain sepak bola profesional memiliki dampak langsung pada sektor lainnya, olahraga, dan kompetisi. Pada musim 20/21, LaLiga akan berkontribusi lebih dari 125 juta euro kepada entitas lainnya untuk mengembangkan sepak bola non-profesional dan olahraga lainnya.

Dari jumlah ini, RFEF akan menerima 53% (65,6 juta euro), HCS 39,5% (48,8 juta euro), dan serikat pemain sepak bola sebesar 8,9% (11,3 juta euro). Angka tersebut meningkat 13% dibandingkan dengan jumlah yang disumbangkan pada musim 19/20, dan 202% dibandingkan musim 14/15.

Data ini mendukung studi PwC tentang dampak sosial ekonomi dari sepak bola profesional di Spanyol pada tahun 2018, yang mengindikasikan bahwa itu mewakili 1,37% dari PDB Spanyol, menghasilkan 185.000 pekerjaan, dan menyumbang lebih dari 4.100 juta euro dalam bentuk pajak.

Perkiraan musim 2020-2021

Sebagian besar dampak COVID-19 akan terlihat di musim 2020-2021, dengan stadion tanpa fans, pasar transfer yang juga dipengaruhi oleh COVID-19.

Klub LaLiga menikmati posisi ekuitas yang baik (Ekuitas 1.767 juta euro dan rasio ekuitas 23,06%) dan pembatas likuiditas di posisi tertinggi (789 juta euro dibandingkan musim 2018-2019, yaitu 589 juta euro), yang cukup untuk mendapatkan dampak keuntungan bersih musim 2020-2021, yang diperkirakan sebesar 852 juta euro oleh PwC.

Klub-klub Spanyol adalah pihak yang paling bertanggung jawab di bursa transfer pemain pada musim 2020-2021, meskipun menjadi satu-satunya yang mencatat hasil positif di musim 2019-2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini