Pesepakbola Legenda Persebaya Surabaya Budi Johanis Meninggal Dunia

Aan haryono, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 49 2371458 pesepakbola-legenda-persebaya-surabara-budi-johanis-meninggal-dunia-EzMXdxqygH.jpg Ucapan belasungkawa dari Persebaya untuk mendiang Budi Johanis. (Foto: Instagram/@officialpersebaya)

SURABAYA - Pesepakbola legenda Persebaya Surabaya, Budi Johanis, meninggal dunia pada Rabu (3/3/2021) pukul 04.00 WIB. Suporter Persebaya Surabaya, Bonek, kehilangan Budi Johanis yang dikenal sebagai kapten dan playmaker jempolan untuk selama-lamanya.

Sepakbola Indonesia tak akan pernah lupa namanya. Pada sebuah era keemasan 1980-an, nama Budi Johanis begitu nyaring terdengar di radio dengan gocekan dan umpan terukurnya. Sebagai playmaker murni, kakinya seperti mengetahui ke mana arah lari Subangkit, Mustakim dan Muharom Rusdiana, yang juga menjadi kompatriotnya waktu itu.

Gelora Bung Tomo

(Bonek mesti merelakan kepergian Budi Juhanis)

Kaki Budi Johanis seperti memiliki mata. Dan barisan penyerang Tim Bajul Ijo –julukan Persebaya– selalu dimanjakan dengan through pass serta key pass yang membawa nama Persebaya begitu disegani di belantikan sepakbola nasional.

Mantan gelandang Persebaya Ibnu Grahan merasakan kehilangan yang begitu dalam ketika mendengar kabar duka meninggalnya sahabat terbaiknya di lapangan hijau. Baginya, Budi Johanis adalah mentor semua pemain. Sosok yang begitu memiliki magnet dengan kreatifitas permainan yang atraktif.

"Ketenangannya dalam mengolah bola istimewa. Termasuk melindungi bola dan umpan-umpan yang terukur," katanya.

BACA JUGA: Irfan Jaya Tak Bisa Tidur Sebelum Tinggalkan Persebaya Surabaya

Era Budi Juhanis sulit untuk dilupakan. Semua playmaker yang pernah dimiliki Persebaya selalu menjadikannya rujukan dalam mendikte permainan. Deretan playmaker jebolan Green Force seperti Uston Nawawi dan Rendi Irwan selalu menjadikannya sebagai role model permainan di sepakbola.

Mantan Striker Persebaya Surabaya Mustaqim juga menempatkan Budi Johanis sebagai gelandang yang punya selera tinggi dan style yang jarang ditemukan lagi. Posisi playmaker waktu itu menempati tugas yang begitu berat.

"Keinginan striker sepertinya diketahuinya, jadi umpan bolanya terukur," ucapnya.

Selain itu, Budi Juhanis juga dianggap sebagai leader di lapangan. Mustakim sendiri pernah satu tim dengan Budi Juhanis pada kompetisi 1985/1986. Dalam peran besar yang diberikan oleh Budi Juhanis saat itu Persebaya juara pada 1986/1987. "Budi sosok yang jenius, kami semua merasakan sangat kehilangan," jelasnya.

Jejak Budi Johanis akan terus terukir di lapangan hijau. Gocekannya akan terus diingat sebagai bagian dari perjalanan panjang sepak bola di Kota Pahlawan. Namanya akan selalu membekas di setiap dada para Bonek. Selamat jalan maestro.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini