5 Pembelian Gagal Juventus, Nomor 1 Jadi Legenda Arsenal

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2021 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 51 2363507 5-pembelian-gagal-juventus-nomor-1-jadi-legenda-arsenal-p6MCmFRnPu.jpg Thierry Henry melegenda bersama Arsenal (Foto: Arsenal)

BURSA transfer pemain tak ubahnya macam perjudian. Pemain yang dibeli atau direkrut bisa cocok atau tidak dengan strategi pelatih serta rekan-rekan setim. Kemungkinan untuk salah beli pemain di bursa transfer cukup tinggi.

Sebagai salah satu klub besar, Juventus tentu berharap pemain yang didatangkan tepat guna. Namun, tidak jarang, gelontoran uang yang sudah dikeluarkan, menjadi sia-sia. Bahkan, ada pemain yang sudah dibeli, dijual, dan malah menjadi legenda di klub lain.

Berikut ulasan mengenai pembelian gagal Juventus, yang dirangkum dari Sportskeeda, Rabu (17/2/2021).

5. Jorge Andrade

Kebutuhan akan bek tangguh memaksa Juventus mendatangkan Jorge Andrade dari Deportivo La Coruna pada awal 2007. Si Nyonya Tua berani mengeluarkan dana 10 juta Euro (setara Rp169 miliar) dengan harapan pemain asal Portugal itu bisa moncer.

Jorge Andrade gagal penuhi harapan

Sayangnya, Juventus seakan luput dengan riwayat cedera sang pemain. Jorge Andrade langsung dihantam cedera tempurung lutut hingga absen sepanjang musim 2007-2008. Semusim kemudian, cedera itu kambuh. Andrade akhirnya dilepas pada musim panas 2009.

4. Jorge Martinez

Musim gemilang di Catania membuat Juventus kepincut pada Jorge Martinez. Pemain asal Uruguay itu diboyong dengan mahar 12 juta Euro (setara Rp203 miliar) pada musim panas 2010. Lagi, cedera panjang kembali menjadi penghalang.

Ketika sembuh pada awal musim 2011, Juventus berganti pelatih ke tangan Antonio Conte. Pria asal Italia itu terang-terangan menyebut tidak membutuhkan jasa Jorge Martinez. Setelah berkelana ke sana ke mari, Martinez akhirnya bergabung dengan Novara pada 2016.

3. Carvalho Amauri

Banderol 22,8 juta Euro (setara Rp386 miliar) berani ditebus Juventus untuk jasa Carvalho Amauri pada 2008. Debutnya juga cukup bagus. Pemain berdarah Brasil itu mengukir 14 gol dalam 44 penampilan. Sayangnya, setelah itu penampilan Amauri menurun drastis.

Sempat dipinjamkan selama semusim pada 2010-2011, Carvalho Amauri benar-benar pergi ketika Antonio Conte menukangi Juventus. Harga jualnya ke Fiorentina pun tidak sampai 10% dari nominal yang dikeluarkan Juventus kepada Palermo.

Carvalho Amauri gagal penuhi ekspektasi (Foto: FIFA)

2. Felipe Melo

Penampilan gemilang bersama Tim Nasional (Timnas) Brasil pada Piala Konfederasi 2009 membuat Juventus yakin memboyong Felipe Melo. Klausul pelepasan senilai 25 juta Euro (setara Rp423 miliar) ditebus ditambah dengan melepas Marco Marchionni ke Fiorentina.

Sayangnya, penampilan Felipe Melo rata-rata air kalau tidak mau dibilang musibah. Ia bahkan mendapat gelar satir Tapir Emas 2009. Tentu saja, kedatangan Antonio Conte pada musim panas 2011 menjadi penutup kariernya di Juventus. Ia dilego ke Galatasaray.

1. Thierry Henry

Tidak ada penyesalan terbesar Juventus selain Thierry Henry. Ia dibajak dari Monaco pada 1999 dengan mahar 10,5 juta Euro (setara Rp178 miliar). Henry hadir dengan reputasi mentereng. Salah satunya adalah juara Piala Dunia 1998 bersama Tim Nasional (Timnas) Prancis dengan ukiran tiga gol.

Thierry Henry gagal di Juventus

Namun, kesalahan penempatan posisi, membuat performa Thierry Henry angin-anginan. Gagal membuktikan diri kepada Carlo Ancelotti, Henry akhirnya rela menyingkir ke Inggris. Ia menerima pinangan Arsenal.

Ternyata, keputusan Arsene Wenger menaruh Thierry Henry di posisi striker, berbuah manis. Ia melegenda bersama Arsenal dan dinobatkan sebagai salah satu striker terbaik.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini