Pandemi Covid-19, Akademi Sepakbola Chelsea Tutup Selama Sepekan

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 00:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 45 2342787 pandemi-covid-19-akademi-sepakbola-chelsea-tutup-selama-sepekan-zN0dMOdp9F.jpg Chelsea tutup sarana akademi akibat kasus Covid-19 (Foto: Football London)

LONDON - Pandemi Covid-19 kembali mengancam dunia sepakbola, terutama di Inggris. Klub Liga Inggris, Chelsea jadi salah satu tim yang terdampak hal tersebut hingga mereka sepakat untuk menutup akademi sepakbola untuk sementara waktu.

Dilansir dari laman Goal International, Selasa (12/1/2021), tim yang bermarkas di Kota London itu terpaksa menutup akademi sepakbola mereka demi menghindari penyebaran virus Covid-19 yang kembali mengancam tanah Britania Raya.

Untuk itu, manajemen klub menutup gedung akademi mereka dan mengintruksikan para pemain juga pelatih agar tetap tinggal di rumah kurang lebih selama sepekan.

Baca juga: Soroti Kinerja Pemain Chelsea, Lampard: Masih Kurang Insting Membunuh

Keputusan yang diambil kali ini jelas bukan tanpa alasan. Sumber yang sama mengatakan beberapa waktu belakang setidaknya sebanyak 20 kasus positif ditemukan pada para pemain akademi Chelsea.

Untungnya, para pemain senior yang ditangani pelatih Frank Lampard dan juga tim putri dinyatakan aman lantaran memiliki lapangan dan gedung latihan yang terpisah.

Sejauh ini, pihak Chelsea Chelsea akan terus meninjau situasi para pemain akadami mereka yang terkena dampak mengisolasi diri di rumah. Hal ini tentu sejalan dengan pedoman pemerintah, dengan staf, pemain, dan keluarga terus diberi informasi.

Penutupan fasilitas latihan di akademi sepakbola Chelsea dilakukan setelah para pemain akademi diizinkan libur dua minggu antara Natal dan Tahun Baru karena kurangnya jadwal pertandingan.

Dengan setidaknya satu minggu lagi dari fasilitas pelatihan, para pemain akan diberikan latihan di rumah dan gedung akan menjalani pembersihan mendalam sebelum mereka kembali.

Seperti diketahui, Inggris jadi salah satu wilayah yang kembali menerapkan 'lockdown' wilayah akibat pandemi Covid-19. Kasus positif yang terus mengalami peningkatan pada beberapa pekan terakhir membuat pemerintah Inggris kembali menerapkan peraturan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini