Daripada Datangkan Lionel Messi, Man City Ingin Beli Pemain Muda

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 23 November 2020 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 51 2314648 daripada-datangkan-lionel-messi-man-city-ingin-beli-pemain-muda-YGLU8gI9Bg.jpg Lionel Messi. (Foto/Reuters)

MANCHESTER – Mancester City dikabarkan sudah tak lagi menginginkan Lionel Messi. Manajemen Man City dilaporkan ingin menghamburkan uang untuk merekrut pemain muda daripada mendatangkan Messi yang kini berusia 33 tahun.

Lionel Messi pada bursa tranfer musim panas 2020 lalu menyatakan keinginannya untuk berpindah seragam. Dia bahkan sudah melayangkan permintaannya tersebut dengan mengirim faks kepada manajemen Blaugrana—julukan Barcelona.

Foto/Barcelona

Di tengah derasnya kabar kepindahan Messi, Man City menjadi klub yang paling berpotensial untuk menjadi pelabuhan pemain asal Argentina itu selanjutnya. Pasalnya, Messi ingin reuni dengan pelatih lamanya, Pep Guardiola.

Baca juga: Tinggalkan Barcelona Musim Panas 2021, Lionel Messi Terima Rp560,8 Miliar

Selain faktor Guardiola, nama Sergio Aguero juga menjadi kunci kepindahan Messi ke Staidon Etihad. Dia merupakan sahabat Messi di Timnas Argentina serta di luar lapangan.

Namun, Messi urung pindah dari Stadion Camp Nou. Bukan karena dia tidak mau, hanya saja dia harus membayar klausul pelepasan yang mencapai 700 juta euro atau sekira Rp12 triliun.

Sementara kontrak Messi akan habis pada akhir musim. Hal itu bisa membuatnya bebas bernegosiasi dengan klub lain mulai Januari dan kemungkinan besar akan bertemu kembali Guardiola dan Aguero di Man City.

Hanya saja, menurut pakar sepakbola Spanyol Semra Hunter, Man City sudah tidak lagi tertarik mendatangkan penenang enam kali Ballon d'Or enam kali tersebut. Kata Hunter, usia Messi dan gaji 100 juta euro atau sekira Rp1,6 triliun per tahun menjadi hambatan untuk Man City.

“Meskipun ia dapat bergabung secara gratis, gajinya sangat tinggi, ia berpenghasilan sekitar 100 juta euro per tahun. Itu akan menjadi beban keuangan yang sangat besar bagi klub mana pun, terutama di tengah pandemi,” katanya mengutip Sky Sports, Senin (23/11/2020).

Foto/La Capital

"Secara ekonomi, semua orang terpukul dan klub juga tidak kebal dari ini. Klub mengubah strategi mereka. 100 juta euro adalah tekanan yang sangat besar dari sudut pandang tagihan gaji.”

"Entah Anda harus melepas beberapa pemain berpenghasilan tertinggi atau Anda harus menjual pemain atau membuat perubahan lain di bagian lain klub tergantung pada formula apa pun yang ingin digunakan klub untuk membawa Messi ke dalam tim.”

"Mungkin, klub lebih suka menginvestasikan uang itu untuk membawa pemain yang lebih muda atau membel pemain di posisi di mana mereka benar-benar membutuhkan bala bantuan," pungkas Hunter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini