Asosiasi Pesepakbola Spanyol Dukung Para Pemain Barcelona Terkait Pemotongan Gaji

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 21:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 46 2297463 asosiasi-pesepakbola-spanyol-dukung-para-pemain-barcelona-terkait-pemotongan-gaji-cKRlnTICoK.jpg Skuad Barcelona (Foto: BarcaBlaugranes)

BARCELONA - Barcelona baru saja meraih hasil positif pada laga perdana mereka di ajang Liga Champions 2020-2021, Rabu (21/10/2020) dini hari tadi. Tim Katalan meraih kemenangan meyakinkan saat menjamu wakil Hungaria, Ferencvaros, dengan skor cukup telak 5-1.

Adapun lima gol Blaugrana di laga kali ini masing-masing dicetak Lionel Messi (27'), Ansu Fati (42'), Philippe Coutinho (52'), Pedri (82') dan Ousmane Dembele (89'). Sementara tim tamu memperkecil ketertinggalan lewat gol Ihor Kharatin di menit ke-70.

Kemenangan besar atas Ferencvaros bukan satu-satunya kabar baik bagi para pemain Barcelona. Sebab, baru-baru inI mereka mendapat dukungan dari Asosiasi Pesepakbola Spanyol (AFE) terkait pemotongan gaji yang terjadi akibat pandemi Covid-19 yang tengah terjadi.

Seperti diketahui, sebelumnya manajemen Barcelona memutuskan gaji para pemain dan staff mereka sebesar 30 persen. Akan tetapi, beberapa dari mereka sempat mengajukan keberatan yang kemudian mendapat dukungan dari AFE pada pertemuan hari Selasa kemarin.

Baca juga: Intip Dribel Gila Lionel Messi di Laga Barcelona vs Ferencvaros

“Prosedur ini, menurut pendapat kami, mengalami cacat formal yang serius. Sebuah meja perundingan telah disiapkan untuk membahas langkah-langkah yang akan diambil dan para pemain tidak terwakili karena mereka belum memenuhi syarat dalam pemilihan panitia," tulis pernyataan resmi AFE, dilansir dari laman Goal International, Rabu (21/10/2020)

“Merupakan tugas kami untuk meminta klub membalikkan proses ini dan memulai, jika dianggap perlu, dialog dengan pesepakbola profesional melalui jalur hukum yang telah ditetapkan."

“Di luar cacat serius mengenai komposisi meja perundingan, kami meminta klub memilih untuk menegosiasikan langkah-langkah ini dalam dua proses yang berbeda: Satu untuk pekerja dengan kontrak kerja biasa dan satu lagi untuk atlet profesional yang tunduk pada hubungan kerja khusus."

“Hanya dari analisis individual dari sebuah grup seperti pesepakbola profesional, solusi yang disepakati dapat muncul dalam kerangka proses ini."

“Akhirnya, klub tidak dapat gagal untuk menyadari bahwa proses ini, jika dilakukan dengan persyaratan yang ditetapkan, akan menimbulkan tantangan serius, dengan risiko nihil yang tinggi, dan hak otomatis untuk pemutusan kontrak kerja dari pekerja yang terkena dampak."

"Kami percaya bahwa klub harus jujur ​​dengan anggotanya dan berasumsi bahwa tindakan mereka saat ini akan menyebabkan hilangnya aset FC Barcelona yang sangat signifikan," imbuh pernyataan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini