5 Alasan Cristiano Ronaldo Harus Dimainkan sebagai Penyerang di Juventus

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 22 September 2020 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 47 2281789 5-alasan-cristiano-ronaldo-harus-dimainkan-sebagai-penyerang-di-juventus-jiCODDrRJ8.jpg Cristiano Ronaldo pantas dijadikan striker utama (Foto: Twitter/@Cristiano)

KETAJAMAN seorang Cristiano Ronaldo tidak perlu diragukan lagi. Sejak pertama kali mencuat di hadapan publik pada 2003, nama CR7 selalu identik dengan gol. Jika ditotal, pemain berpaspor Portugal itu sudah mengemas 740 gol bagi klub dan tim nasional (timnas).

Menariknya, Cristiano Ronaldo tidak dikenal sebagai seorang striker alias penyerang tengah. Ketika mengawali karier, bahkan hingga hari ini, pemain berusia 35 tahun itu berposisi sebagai sayap. Statistiknya juga lumayan, yakni 363 gol dalam 384 pertandingan di mana turun sebagai sayap kiri.

Baca juga: 5 Pesepakbola Top yang Tak Pernah Menangkan Trofi Liga

Pun begitu, Cristiano Ronaldo juga cukup tajam ketika diturunkan sebagai penyerang tengah. Total golnya mencapai 137 buah dalam 147 kesempatan. Catatan itu sudah cukup untuk menjadikannya penyerang tengah utama. Selain itu, ada beberapa alasan lain, seperti dimuat Sportskeeda, Selasa (22/9/2020).

5. Usia yang semakin menua

Bagaimana pun juga, Cristiano Ronaldo tak lagi bisa melawan takdir. Usianya kini sudah menginjak 35 tahun. Sekeras apa pun usahanya menjaga kebugaran tubuh, fisiknya semakin lama menurun. Kecepatan larinya sudah tidak sekencang pada usia matang.

Dengan ditempatkan sebagai penyerang tengah, Cristiano Ronaldo bisa berevolusi sebagai pemain yang lebih mengandalkan positioning alias pengambilan posisi yang tepat. Ia tidak harus bergerak statis, tetapi bisa lebih banyak diam di area menyerang guna menyelesaikan peluang.

Juventus punya Juan Cuadrado yang bisa bermain melebar

4. Juventus punya stok sayap melimpah

Andrea Pirlo bisa bebas meracik strategi dan meramu formasi di Juventus karena kedalaman skuad. Andai ingin bermain dengan memanfaatkan lebar lapangan, sayap kiri dan kanan Si Nyonya Tua lebih dari mumpuni. Di kanan, ada Juan Cuadrado dan Federico Bernardeschi yang bisa diturunkan.

Sementara itu, di sisi kiri, mereka punya Douglas Costa. Bernardeschi dan pemain anyar Dejan Kulusevski juga bisa ditempatkan di kedua sisi sayap. Alhasil, Andrea Pirlo tak perlu lagi menempatkan seorang Cristiano Ronaldo untuk menyisir area pinggir lapangan.

3. Tak punya banyak opsi penyerang

Selain Cristiano Ronaldo, tidak ada lagi pemain yang bisa turun sebagai striker dalam skuad Juventus saat ini. Nama Paulo Dybala bisa dikedepankan, tetapi pemain asal Argentina itu tengah bergelut dengan cedera. Amat wajar jika akhirnya Ronaldo lebih sering memimpin lini serang.

Juventus tentu sadar mengandalkan Cristiano Ronaldo seorang sungguh riskan. Menurut kabar, mereka tinggal selangkah lagi memulangkan Alvaro Morata dari Atletico Madrid. Pemain asal Spanyol itu bisa menjadi rekan duet CR7 jika Andrea Pirlo menggeber formasi 3-4-1-2.

Paulo Dybala bukan penyerang murni (Foto: Juventus)

2. Ketajaman Cristiano Ronaldo

Seperti sudah disinggung di awal, Cristiano Ronaldo punya statistik gol yang luar biasa. Jika dikerucutkan hanya ketika membela Juventus, jumlah golnya menyentuh angka 66 dari total 90 kali bermain. Cukup mengagumkan bukan?

Itu berarti Ronaldo punya rasio gol 1,3 per pertandingan. Sebuah statistik yang sebetulnya sudah cukup menjadi pertimbangan bagi Andrea Pirlo. Jika kurang, fakta berikut ini perlu dicermati. Ronaldo adalah pemain tersubur Juventus dalam dua musim terakhir di Liga Italia dengan masing-masing mengemas 21 dan 31 gol!

1. Atribut Cristiano Ronaldo cocok untuk striker

Cristiano Ronaldo punya tinggi badan 184 sentimeter (cm). Dengan tinggi badan tersebut, duel udara bukan sebuah masalah untuknya. Pada pertandingan kontra Sampdoria musim lalu di Marassi, Ronaldo mencetak gol lewat sundulan ketika jarak bola dan tanah mencapai 2,17 meter (m).

Cristiano Ronaldo menyambut bola pada ketinggian 2,17 meter (Foto: Juventus)

Selain punya lompatan tinggi, akurasi tembakan Cristiano Ronaldo juga mumpuni. Kualitas tembakannya juga tidak jauh berbeda antara kaki kanan sebagai sisi terkuatnya, dengan kaki kiri. Belum lagi, Ronaldo berstatus sebagai algojo utama penalti Juventus.

Berbagai atribut itu sudah cukup untuk memasangnya sebagai penyerang tengah. Jika benar Alvaro Morata hadir, maka Andrea Pirlo bisa memanfaatkannya untuk menopang Ronaldo. Tinggi tubuh Morata cukup bisa dimanfaatkan sebagai target man yang berfungsi sebagai papan pantul untuk memenangi bola di udara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini