5 Penyebab Inter Milan Akan Curi Trofi Liga Italia dari Juventus

Ramdani Bur, Jurnalis · Minggu 13 September 2020 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 13 47 2277074 5-penyebab-inter-milan-akan-curi-trofi-liga-italia-dari-juventus-qoiSWJMZjm.jpg Suasana laga Juventus vs Inter Milan. (Foto: Twitter/@juventusfc)

INTER Milan sudah 10 tahun lamanya tidak menjadi juara Liga Italia. Terakhir kali Inter menjadi kampiun Liga Italia pada 2009-2010, atau ketika masih ditangani Jose Mourinho.

Setelah Mourinho angkat kaki pada musim panas 2010, Inter tak pernah lagi menjadi yang terbaik di Italia. Sejauh ini, pencapaian terbaik Inter menjadi runner-up edisi 2019-2020. Saat itu, Inter racikan Antonio Conte mengoleksi 82 angka, hanya terpaut satu poin dari Juventus selaku tim juara.

Namun, musim 2020-2021 berpotensi menjadi momentum Inter memenangkan trofi Liga Italia pertama dalam 10 tahun terakhir. Hal itu sekaligus mengganjal langkah Juventus yang berambisi merebut trofi Liga Italia ke-10 beruntun.

Berikut 5 penyebab Inter Milan akan curi trofi Liga Italia dari Juventus:

5. Andrea Pirlo Tak Miliki Pengalaman

Andrea Pirlo

Juventus menunjuk Pirlo sebagai pelatih mereka di musim 2020-2021. Penunjukan Pirlo cukup mengejutkan, mengingat pria 41 tahun itu tidak memiliki pengalaman melatih klub profesional.

Sebelum diangkat sebagai pelatih Juventus, delapan hari sebelumnya Pirlo baru saja diperkenalkan untuk menangani tim Bianconeri –julukan Juventus– U-23 di musim 2020-2021. Karena itu, minimnya pengalaman Pirlo dalam membesut sebuah tim dapat dimanfaatkan Conte dan Inter Milan.

4. Terlihat Gelisah

Juventus

Semenjak ditinggal Massimiliano Allegri pada musim panas 2019, Juventus tidak memiliki ciri khas permainan yang jelas. Di bawah asuhan Maurizio Sarri, permainan Juventus seperti tidak percaya diri.

BACA JUGA: 5 Klub dengan Pengeluaran Terbesar di Bursa Transfer sejak 2000, Nomor 1 Tembus Rp38,3 Triliun

Keadaan semakin parah karena mereka ditinggalkan jenderal lapangan mereka pada musim panas 2020, Miralem Pjanic, yang memutuskan pindah ke Barcelona. Karena itu, Pirlo memiliki pekerjaan rumah yang berat untuk mendongkrak prestasi si Nyonya Tua.

3. Liga Italia Tak Lagi Prioritas

Juventus

Fans dan manajemen Juventus merindukan satu hal, yakni memenangkan trofi Liga Champions. Terakhir kali Juventus menjadi kampiun Liga Champions adalah pada 1995-1996, atau 24 tahun yang lalu. Setelah itu, pencapaian terbaik Juventus di Liga Champions hanya menembus final, tepatnya sebanyak lima kali.

Karena itu, demi menuntaskan ambisi meraih trofi si Kuping Besar, bukan tak mungkin manajemen Juventus mengalihkan Liga Italia, kompetisi yang sejak sembilan tahun terakhir mereka menangkan.

2. Pembuktian Conte

Antonio Conte

Ketika dipercaya menangani klub kuat, Conte selalu memberikan trofi domestik bagi klub yang ditangani. Conte membawa Juventus tiga kali beruntun juara Liga Italia. Kemudian bersama Chelsea, pelatih 51 tahun itu membawa The Blues juara Liga Inggris.

Hal yang sama coba dilakukan Conte bersama Inter. Dipercobaan pertama, Conte hampir membawa Inter juara Liga Italia setelah hanya terpaut satu poin dari Juventus selaku tim juara.

1. Inter Berani Bergerak di Pasar Transfer

Achraf Hakimi

Inter bergerak aktif di pasar transfer dalam satu tahun terakhir. Nerazzurri –julukan Inter– tercatat mendatangkan dua gelandang andalan Tim Nasional Italia, Stefano Sensi dan Nicolo Barella.

Kemudian, mereka juga mendatangkan nama-nama beken seperti Christian Eriksen dan Ashley Young. Pada musim panas 2020, Inter mendaratkan Achraf Hakimi yang bersinar bareng Borussia Dortmund pada musim 2019-2020.

Saat ini, manajemen Barcelona juga sedang berupaya mendatangkan sejumlah nama seperti Arturo Vidal (Barcelona) dan N’Golo Kante (Chelsea). Andai nama-nama ini berhasil didatangkan, betapa berbahanya Inter musim ini.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini