Isu Kepindahan Messi, Gary Neville: Ini Politik dan Perebutan Kekuasaan

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 29 Agustus 2020 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 29 46 2269527 isu-kepindahan-messi-gary-neville-ini-politik-dan-perebutan-kekuasaan-FNdy3zwXgJ.jpeg Lionel Messi dan Josep Maria Bartomeu. (Foto/FC Barcelona)

GARY NEVILLE meyakini megabintang Lionel Messi akan tetap berseragam Barcelona meski isu kepindahannya dari Camp Nou sangat kencang dalam beberapa hari ini.

Neville, mantan pemain Manchester United dan eks pelatih Valencia, yang kini menjadi pengamat sepakbola menduga perebutan kursi Presiden Barcelona membuat Messi memamerkan superioritasnya.

Baca juga: Klopp Sebut Liverpool Tak Ada Peluang Datangkan Messi

Baca juga: Kepindahan Messi, Thomas Muller: Menarik bagi Dunia kecuali Fans Barcelona

"Saya pikir ini politik dan perebutan kekuasaan. Messi sedang melenturkan ototnya," kata dia mengutip Mirror, Sabtu (29/8/2020).

Foto/FC Barcelona

Messi dalam banyak laporan memiliki hubungan yang buruk dengan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu. Pemain asal Argentina itu menilai sang presiden menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas jebloknya prestasi Barcelona musim 2019-2020.

Barcelona pada musim lalu tak sekalipun mengangkat trofi domesti atau Eropa. Blaugrana gagal menjadi juara di Copa del Rey (Piala Raja Spanyol) setelah takluk oleh Athletic Bilbao di perempatfinal.

Raksasa Catalan juga kalah bersaing dengan rival abadi mereka, Real Madrid, dalam perebutan juara La Liga Spanyol dengan selisih lima poin.

Namun, yang paling memalukan juga menyakitkan, Barcelona hancur lebur dibantai Bayern Munich dengan skor 8-2 di perempatfinal Liga Champions 2019-2020.

Foto/Twitter UEFA

Meski berselisih dengan Bartomeu, Neville tidak dapat membayangkan jika pemain berusia 33 tahun tersebut meninggalkan klub tempat dia menghabiskan seluruh kariernya.

"Gagasan bahwa Barcelona akan kehilangan pemain ini dan dia tidak menyelesaikan kariernya di sana sulit dipercaya. Apakah dia benar-benar ingin pergi? Mungkin saja,” kata Neville.

"Tapi ketika dorongan datang untuk mendorong dan dia harus bertemu dengan presiden, dewan dan semua orang yang menghalangi jalannya, saya pikir dia akan tetap tinggal,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini