Share

Lautaro Sebut Selisih 1 Poin dengan Juventus Terasa Pahit

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 20 Agustus 2020 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 20 47 2265044 lautaro-sebut-selisih-1-poin-dengan-juventus-terasa-pahit-dSJH09wTwE.jpg Lautaro Martinez merasakan pahit gara-gara Juventus (Foto: Inter Milan)

KOLN – Penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, masih merasa pahit usai finis hanya berjarak satu poin dari Juventus pada klasemen akhir Liga Italia 2019-2020. Namun, El Toro yakin hasil tersebut menunjukkan tim semakin matang dan bersatu.

Progres memang dialami Inter Milan dibandingkan musim 2018-2019 bersama Luciano Spalletti. Saat itu, Nerazzurri susah payah masuk empat besar Liga Italia. Mereka hanya mengoleksi 69 angka di papan klasemen dan hanya berjarak satu poin dari rival sekota AC Milan di posisi lima.

Sementara pada 2019-2020, Inter Milan meraup 82 poin dan finis di peringkat dua serta lolos ke Final Liga Eropa. Capaian tersebut tidak bisa dilepaskan dari polesan Antonio Conte. Ia mampu mengembalikan harkat La Beneamata sebagai salah satu raksasa di Italia.

Baca juga: Lautaro Ungkap Jasa Besar Conte Perbaiki Mental Inter Milan

Juventus jadi juara Liga Italia 2019-2020 (Foto: Twitter/@juventusfc)

Lautaro Martinez mengakui, para pemain Inter Milan kini semakin menyatu, terutama setelah masa lockdown. Walau puas dengan pencapaian musim ini, pemain asal Argentina itu juga tetap merasa pahit karena hanya berjarak satu poin dengan juara Liga Italia 2019-2020.

“Sebagai tim, kami mengalami proses pendewasaan. Pada awal musim, kami sudah menetapkan target-target. Di Serie A, kami sangat dekat, tetapi ini juga menjadi musim yang sulit buat siapa saja,” ujar Lautaro Martinez, dikutip dari Football Italia, Kamis (20/8/2020).

“Bagaimana pun juga, sejujurnya saya puas. Namun, sedikit rasa pahit tertinggal di mulut karena finis hanya satu poin di belakang Juventus. Sekarang kami menunjukkan sudah matang dan menyatu sebagai grup. Itu sangat penting untuk pencapaian ke depan,” sambung pria berusia 22 tahun itu.

Progres tersebut tidak bisa dilepaskan dari peran Antonio Conte. Lautaro Martinez mengatakan, sang pelatih berjasa besar dalam menguatkan mentalitasnya dan rekan setim. Kesatuan dan mentalitas yang tepat itu diharapkan dapat terus berlanjut.

“Dia sudah membantu mengubah mentalitas saya. Tidak hanya saya, tetapi juga seluruh tim. Ini sangat penting buat kami di Inter. Semoga kami bisa terus melanjutkan perjalanan ini,” tambah pemain bernomor punggung 10 itu.

Inter Milan kini sedang bersiap menghadapi Final Liga Eropa 2019-2020 kontra Sevilla, Sabtu 22 Agustus dini hari WIB di Stadion RheinEnergie, Koln, Jerman. Itu akan jadi kesempatan pertama Antonio Conte dan Lautaro Martinez menyumbangkan trofi buat Il Biscione.

“Dari sisi personal, saya ingin menyumbangkan trofi pertama untuk Inter, yang akan terasa sangat spesial. Ini juga menjadi final pertama saya dan bisa berarti sebagai trofi pertama dalam karier. Inter sudah lama tidak mencapai babak final dan mengangkat trofi akan sangat berarti. Sekarang ini, kami sudah dekat. Kami memiliki peluang dan akan bermain sepenuh hati,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini