Tips Menjadi Bek Tangguh dari Maman Abdurrahman

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 26 Juni 2020 20:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 26 49 2237102 tips-menjadi-bek-tangguh-dari-maman-abdurrahman-MHYLAHddqO.jpg Maman Abdurrahman. (Foto/Persija)

JAKARTA – Bek senior Persija Jakarta, Maman Abdurrahman memberikan tips untuk menjadi bek tangguh. Pemain berusia 38 tahun ini menjelaskan bahwa seorang bek harus pintar menempatkan posisi dan mempunyai komunikasi yang baik dengan rekan setim.

Maman sudah malang melintang ke berbagai klub Indonesia. Pada 2006, ia menjadi pemain terbaik Liga Indonesia saat dirinya berkostum PSIS Semarang. Pemain bepostur 177 sentimeter ini kemudian masuk ke Persija pada 2015. Tiga berselang, Maman membantu Persija juara Liga 1 208 dan Piala Presiden 2018.

Baca juga: Legenda Persija Jadi Idola Maman Abdurrahman

Foto/Persija

Sebagai seorang bek, menurut Maman, ada dua kunci utama yang harus dipegang teguh. Penempatan kuncin dan Komunikasi yang baik. Dua hal itu menjadi dasar untuk bek agar tidak mudah kalah dari penyerang lawan.

“Penempatan posisi sangat penting bagi setiap pemain belakang. Jangan sampai striker sudah berbalik badan saat menerima bola. Jika itu sudah dilakukan berarti kita kalah. Namun jika posisi kita sudah ketinggalan hal yang paling terpenting lainnya adalah komunikasi,” kata Maman melansir laman Persija, Jumat (26/62020).

“Dengan komunikasi yang baik praktis ada pemain lain yang bisa menutupi posisi kita. Tak hanya itu sebagai pemain belakang juga harus memiliki body shape yang baik saat duel dengan penyerang lawan,” lanjut dia.

Maman menjabarkan bagaiman caranya menghadapi striker yang memiliki postur tinggi dan besar. Kuncinya kata Maman, ganggu mereka saat akan menyelesaikan peluang.

“Dengan memberikan gangguan pastinya konsentrasi dia terpecah dan mengakibatkan dia gagal mengeksekusi peluang dengan baik,” tambahnya.

Sementara untuk menghadapi striker yang memiliki kecepatan, ia menyarankan tim untuk bermain zona marking. Namun, strategi ini perlu adanya kerja sama tim yang baik, dan pengertian antara pemain bertahan.

“Di sini posisi kita harus benar dan membuat sang striker tidak bisa masuk. Tidak hanya itu di belakang kita bekerja tidak sendirian karena kita tim, posisi rekan kita yang lain juga harus benar. Saat posisi kita dan teman-teman benar, tim lawan akan kesulitan penetrasi ke dalam,” tuturnya.

Meski begitu, Maman berharap agar tipsnya tersebut disertai dengan banyak latihan dan belajar dari kesalahan. Dengan begitu bek bisa mengambil keputusan dengan sangat baik.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini