Cerita Mantan Bek Timnas Inggris Takut Lawan Rasisme

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 09 Juni 2020 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 51 2227065 cerita-mantan-bek-timnas-inggris-takut-lawan-rasisme-LBHaDWt19Y.jpg Micah Richards. (Foto/Instagram)

LONDON - Mantan bek Tim Nasional (Timnas) Inggris, Micah Richards, menceritakan ia pernah ketakukan melawan rasisme, karena akan berdampak terhadap kariernya. Ia juga mengungkapkan pernah dicap sebagai “raja bling” karena warna kulitnya. 

Richards memulai kariernya di Manchester City, dan telah tampil 200 kali di depan publik Stadion Etihad. Dia juga telah 13 kali membela tim nasional (Timnas) Inggris dan mewakili tim Britania di Olimpiade London 2012. Namun, Richards mengatakan ia sering merasa diperlakukan tidak adil karena ia berkulit hitam.

"Saya harus berperilaku menyesuaikan diri agar orang tidak menghakimi saya," kata Richards kepada BBC Radio 5Live mengutip Independent, Selasa (9/6/2020).

Foto/West Ham United

Richards menceritakan ia mendengar kabar yang beredar mengenai dirinya, yang berkulit hitam, memiliki beberapa mobil mewah, dan dicap “raja bling-bling”. Bling secara harifah diartikan berkilauan, identik dengan gaya glamor serta mencolok.

Baca juga: Sterling: Rasisme Adalah Penyakit yang Perlu Diberantas 

Akibat pelabelan itu, Richards membutuhkan tujuh tahun untuk menghilangkan cerita-cerita buruk mengenai dirinya. Ia mengungkapkan suatu hari agennya mengatakan ada sebuah tim yang tertarik kepadanya, namun klub tersebut mempertanyakan kehidupan pribadinya yang dianggap glamor.

“Saya berpikir 'tunggu’, Anda menghakimi saya, Anda tidak mengenal saya. Saya tahu saya harus berubah untuk menyesuaikan diri. Saya memiliki kepribadian dan saya suka bercanda, tetapi selama dua tahun saat latihan, saya diam karena saya tidak ingin orang menilai saya berdasarkan karakter saya," paparnya.

Richards mengatakan dia pernah merasa takut menentang rasisme karena akan berdampak terhadap kariernya. Namun, Richards merasa, dalam era keterbukaan informasi saat ini, masalah rasisme akan semakin memudar dan hilang. Hal itu karena semakin banyak orang yang melawan rasisme di media sosial secara terbuka.

“Tidak hanya di Inggris dan Amerika Serikat, tetapi di seluruh dunia, sekarang adalah waktunya. Saya pikir ombaknya perlahan berubah," kata dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini