Ander Herrera Sayangkan Liga Prancis yang Terlalu Cepat untuk Akhiri Kompetisi

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Sabtu 30 Mei 2020 09:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 30 51 2221888 ander-herrera-sayangkan-liga-prancis-yang-terlalu-cepat-untuk-akhiri-kompetisi-Gz98gBKxXF.jpg Pemain PSG, Ander Herrera. (Foto: Twitter PSG)

PARIS – Gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Ander Herrera, mengaku sangat menyayangkan terlalu cepatnya Liga Prancis 2019-2020 berakhir. Meski penghentian kompetisi itu membuat Herrera dan PSG menjadi juara, namun ia mengaku merasa tidak terlalu puas.

Kekecewaan Herrera itu semakin menjadi-jadi ketika beberapa kompetisi Eropa sudah mulai merencanakan untuk kembali menggulirkan pertandingan sepakbola. Sebut saja seperti Liga Italia, Inggris, dan Spanyol yang dikabarkan akan memulai kompetisi pada pertengahan Juni 2020. Bahkan Bundesliga saja sudah memulai kompetisinya beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Hari Ini Mauro Icardi Resmi Dipermanenkan PSG

Ander Herrera

Segala upaya dilakukan masing-masing kompetisi untuk membuat ajang sepakbola tetap berjalan membuat Herrera merasa Liga Prancis terlalu cepat untuk mengambil keputusan itu semua.

Padahal Herrera sangat ingin bermain di 10 laga tersisa PSG di Liga Prancis 2019-2020. Hal itulah yang membuat Herrera merasa sangat menyayangkan keputusan prematur yang sudah diambil oleh pihak penyelenggara Liga Prancis.

“Menurut pendapat saya, Prancis membatalkan liga sebelum waktunya karena banyak hal telah menunjukkan bahwa kompetisi dapat kembali (bergulir). Anda melihat rekan satu tim Anda (di kompetisi lain) mulai bermain dan Anda jelas merasa iri,” ungkap Herrera, dikutip dari Sportskeeda, Sabtu (30/5/2020).

"Sepakbola tanpa banyak penggemar adalah hal aneh, tetapi saya juga melihat ada bagian positif karena saya seorang pecinta sepakbola dan kami akan dapat mendengarkan para pemain, para pelatih (jika saja kompetisi bergulir lagi),” tambahnya.

"Langkah-langkah yang diambil Prancis sebagai sebuah negara tidak begitu drastis untuk menunda liga. Teman dan keluarga saya dikurung di Spanyol dan kami bisa terus pergi. Dari sudut pandang saya, keputusan itu (mengakhiri Liga Prancis 2019-2020) dibuat sebelum waktunya. Meski keputusan dibuat dengan niat yang baik, tetapi negara-negara lain memperlihatkan kompetisi sepakbola tetap bisa kembali,” tutup mantan pemain Manchester United tersebut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini