Manajemen PSIS Ragu Liga 1 2020 Dilanjutkan meski Ada New Normal

Ramdani Bur, Jurnalis · Jum'at 29 Mei 2020 10:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 29 49 2221359 manajemen-psis-ragu-liga-1-2020-dilanjutkan-meski-ada-new-normal-68mhjy3i3u.jpg PSIS Semarang tak siap jika Liga 1 2020 dilanjutkan. (Foto: Liga-Indonesia.id)

SEMARANG – Manajer Umum PSIS Semarang, Wahyu Winarto, ragu Liga 1 2020 dapat diselesaikan di tengah pandemi virus corona. Benar, dalam waktu dekat akan diterapkan tatanan hidup baru atau yang biasa disebut New Normal.

Hanya saja, Wahyu tidak yakin tatanan hidup baru membuat kompetisi dapat diselesaikan, mengingat Liga 1 2020 masih menyisakan 29 pekan. PSSI memang berjanji akan menerapkan protokol kesehatan jika Liga 1 2020 dilanjutkan, namun PSIS ragu kesehatan para stakeholder bakal terjamin di tengah pandemi virus corona.

PSIS Semarang

(Skuad PSIS saat mentas sebelum adanya pandemi virus corona. (Foto: Liga-Indonesia.id)

“Banyak faktor yang mendasari. Siapa yang mau menjamin soal kesehatan pemain dan pelatih? Bila dipaksa lanjut, tapi di tengah jalan ada komponen tim yang kena COVID-19, itu kan jadi PR (pekerjaan rumah) lagi, nanti jadi masalah lagi di tengah jalan,” kata Wahyu mengutip dari laman resmi PSIS, Jumat (29/5/2020).

“Sekarang ini saja kasus COVID di Indonesia mencapai angka lebih dari 20 ribu. Siapa yang bisa menjamin angka ini bisa turun dengan cepat. Terus kedua, sekarang hampir seluruh penerbangan dibatasi. Padahal Indonesia ini besar, dan klub tersebar dari Aceh hingga Jayapura. Kalau klub-klub sulit dapat penerbangan nanti bagaimana?,” tanya Wahyu.

Karena itu, PSIS memberi saran kepada PSSI untuk mengubah format kompetisi menjadi turnamen. Rencananya, turnamen pengganti Liga 1 2020 digelar dari September hingga Desember 2020. Turnamen digelar demi menghidupkan perekenomian para stakeholder sepakbola nasional.

BACA JUGA: Penyebab Barito Putera Tak Ingin Liga 1 2020 Dilanjutkan

“Kami tetap serahkan ke PSSI. Ini cuma pendapat kami yang melihat dari berbagai faktor. Apabila lanjut, PSSI harus punya formula untuk mengantisipasi masalah-masalah yang dikhawatirkan supaya tidak terjadi masalah di tengah jalan,” lanjut Wahyu.

Sekadar informasi, pada Rabu 27 Mei 2020, PSSI mengadakan rapat dengan petinggi 18 klub Liga 1 2020 untuk membahas kelanjutan kompetisi. Sebanyak enam klub yakni Borneo FC, Arema FC, Persib Bandung, Bali United, Persikabo dan Persiraja setuju Liga 1 2020 dilanjutkan.

Sementara itu, sebanyak 11 klub lain yakni PSS Sleman, Persik Kediri, Persija Jakarta, Bhayangkara FC, Persela Lamongan, Persita Tangerang, Barito Putera, PSIS Semarang, PSM Makassar, Persebaya Surabaya dan Madura United meminta kompetisi dihentikan dan diganti format baru. Untuk Persipura Jayapura, mereka siap mengikuti apa pun keputusan yang diambil PSSI.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini