Penyebab Barito Putera Tak Ingin Liga 1 2020 Dilanjutkan

Ramdani Bur, Jurnalis · Kamis 28 Mei 2020 16:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 28 49 2221047 penyebab-barito-putera-tak-ingin-liga-1-2020-dilanjutkan-n1OMAd6SVX.jpg Skuad Barito Putera saat menjalani latihan sebelum adanya pandemi virus corona. (Foto: @psbaritoputeraofficial)

BANJARMASIN – Asisten Manajer Barito Putera, Ikhsan Kamil, mengungkap penyebab timnya tidak tertarik melanjutkan kiprah di Liga 1 2020. Ikhsan Kamil menilai grafik virus corona sedang meninggi di Provinsi Kalimantan Selatan, sehingga sangat riskan jika kompetisi kembali digulirkan.

Sebelumnya pada Rabu 27 Mei 2020, PSSI mengadakan rapat virtual dengan 18 petinggi klub Liga 1 2020 untuk membahas kelanjutan kompetisi. Sebanyak enam tim yakni Borneo FC, Arema FC, Persib Bandung, Bali United, Persikabo dan Persiraja setuju kompetisi dilanjutkan.

Barito Putera

(Barito Putera tolak lanjutkan Liga 1 2020. Foto: Liga-Indonesia.id)

Namun, 11 klub lain yakni PSS Sleman, Persik Kediri, Persija Jakarta, Bhayangkara FC, Persela Lamongan, Persita Tangerang, Barito Putera, PSIS Semarang, PSM Makassar, Persebaya Surabaya dan Madura United meminta kompetisi dihentikan atau paling tidak diganti format baru. Untuk Persipura Jayapura, mereka siap mengikuti apa pun keputusan yang diambil PSSI.

BACA JUGA: Daftar 11 Klub yang Ingin Liga 1 2020 Dihentikan dan Diganti Format Baru

Jika format baru yang diambil PSSI, turnamen pengganti Liga 1 2020 itu kemungkinan kembali digelar pada September-Desember 2020. Hanya saja, Ikhsan juga tak yakin turnamen berjalan dalam kondisi aman di tengah pandemi virus corona.

"Bukan (ingin) kompetisi dilanjutkan dengan format baru. Apalagi saat ini di Kalimantan Selatan grafik kasus Covid-19 naik. Kebijakan pemerintah serta fasilitas kesehatan di setiap daerah kan beda-beda. Sehingga akan sangat riskan," kata Ikhsan mengutip dari Goal, Kamis (28/5/2020).

"Kami tetap lebih mengutamakan kesehatan, dan keselamatan. Jadi, rasanya tidak bijak kalau kami mengadakan turnamen di saat situasi covid belum selesai," lanjut Ikhsan.

Saat ini, Provinsi Kalimantan Selatan merupakan daerah di Kalimantan yang paling banyak terinfeksi virus corona. Mengutip dari covid19.go.id, tercatat ada 703 kasus positif virus corona di Kalimantan Selatan. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi ketimbang Kalimantan Tengah (330), Kalimatan Barat (183), Kalimantan Timur (280) dan Kalimantan Utara (165).

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini