nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Balik Kehebatannya, Zidane Eksekutor Sepak Pojok yang Buruk

Andika Pratama, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 13:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 22 51 2217990 di-balik-kehebatannya-zidane-eksekutor-sepak-pojok-yang-buruk-A9iB8IGAdO.jpg Zinedine Zidane (Foto: AFP/Josep Lago)

MADRID โ€“ Zinedine Zidane meraih segudang prestasi selama karier profesionalnya sebagai pemain. Pria berusia 47 tahun itu pernah membela klub-klub besar Eropa, seperti Juventus dan Real Madrid. Zidane total meraih 15 gelar juara bergengsi, yang di antaranya adalah trofi Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

Selain itu, Zidane juga tiga kali meraih trofi pemain terbaik dunia pada 1998, 2000, dan 2003. Deretan trofi itu membuktikan kualitas Zidane. Seperti pepatah โ€˜tidak ada gading yang tak retak,โ€™ Zidane juga memiliki kekurangan. Menurut Sportbible, Zidane adalah eksekutor sepak pojok yang buruk.

Ketidakmampuan Zidane mengeksekusi sepak pojok dengan baik terjadi saat membela Juventus. Pada sebuah pertandingan, Juventus mendapatkan sepak pojok. Zidane yang maju sebagai eksekutor berniat untuk melakukan operan pendek ke rekannya, Thomas Helveg.

BACA JUGA: Zidane: Raih Gelar Juara Adalah DNA Madrid

Zidane mengambil ancang-ancang seperti hendak mengangkat bola ke kotak penalti, dengan maksud menipu. Bola kemudian ditendang Zidane dengan pelan ke Helveg. Akan tetapi, bola justru keluar sehingga lawan mendapatkan lemparan ke dalam.

Momen itu mungkin tidak pernah dibayangkan terjadi kepada Zidane. Akan tetapi, Zidane pernah mengalaminya meskipun itu tidak merusak karier sang legenda. Zidane yang pensiun pada akhir musim 2005-2006 terus mengukir prestasi di dunia sepakbola setelahnya.

Zidane tengah menjalani era keduanya sebagai Pelatih Madrid sejak pertengahan musim 2019-2020. Pada era keduanya, Zidane sudah mempersembahkan trofi Piala Super Spanyol 2020. Pada era pertama Zidane (2016-2018), Madrid meraih delapan gelar juara yang diantaranya tiga trofi Liga Champions beruntun dari 2016-2018. Zidane mencoba mengulang prestasi serupa pada era keduanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini