nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kendala Evan Dimas di Level SSB, Mulai dari Tak Sanggup Bayar Iuran hingga Kesulitan Beli Sepatu

Ramdani Bur, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 13:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 22 49 2217974 kendala-evan-dimas-di-level-ssb-mulai-dari-tak-sanggup-bayar-iuran-hingga-kesulitan-beli-sepatu-20soqdb70h.jpg Evan Dimas (kanan) bintang Timnas Indonesia. (Foto: PSSI)

JAKARTA – Siapa tak kenal Evan Dimas? Gelandang milik Persija Jakarta itu merupakan salah satu pesepakbola terbaik di Tanah Air saat ini. Bahkan, gelandang yang membawa Tim Nasional Indonesia U-19 juara Piala AFF U-19 2013 itu disebut-disebut sebagai pesepakbola dengan gaji tertinggi di Indonesia saat ini.

Menurut penuturan mantan pelatihnya di Timnas Indonesia U-19 dan U-22, Indra Sjafri, Evan Dimas menerima bayaran Rp268 juta per bulan. Hal itu disampaikan Indra Sjafri ketika memberi motivasi kepada sejumlah anak-anak sekolah sepakbola (SSB), supaya giat berlatih dan menjadi The Next Evan Dimas.

Evan Dimas

(Evan Dimas saat menandatangani kontrak bersama Persija. Foto: Media Persija)

Namun, sebelum menjadi bintang sepakbola Tanah Air, perjuangan keras mesti dilalui Evan Dimas. Dalam penuturannya di kanal YouTube Garuda Nusantara, Evan Dimas sempat diminta mundur orangtuanya dari SSB Mitra Jaya Surabaya.

BACA JUGA: Bhayangkara FC vs Persija Jakarta, Sergio Farias Puji Evan Dimas

Orangtua memberi saran itu karena tak sanggup lagi membayar uang iuran bulanan Evan Dimas di SSB tersebut. Selain itu, dengan keluar dari SSB Mitra Jaya Surabaya, Evan Dimas dapat fokus di sepakbola tarikan kampung (Tarkam) sehingga mendapatkan uang tambahan untuk membantu perekonomian keluarga.

“Orangtua sebenarnya selalu mendukung karier sepakbola saya, namun sempat terkendala materi. Jadi, orangtua saya saat itu meminta saya main bola di kampung-kampung. Hanya saja, saya ngotot untuk terus bertahan di SSB meski kendalanya banyak, mulai dari uang bulanan, sepatu, kendaraan buat latihan karena tidak ada yang mengantarkan,” kata Evan Dimas di kanal YouTube Garuda Nusantara.

Kendala lain yang dimiliki Evan Dimas adalah sepatu pertandingan. Saat itu, Evan Dimas membeli sepatu yang ternyata berukuran lebih besar ketimbang kakinya. Alhasil, gelandang yang membantu Bhayangkara FC juara Liga 1 2017 itu menaruh kain tambahan di sepatunya agar muat di kakinya.

Meski begitu, perjuangan keras Evan Dimas membuahkan hasil. Berkat kerja kerasnya, karier sepakbolanya meningkat dan derajat keluarganya pun terangkat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini