nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mourinho Mainkan Etoo sebagai Fullback di Laga Barcelona vs Inter Milan

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 18 Mei 2020 13:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 18 261 2215869 mourinho-mainkan-eto-o-sebagai-fullback-di-laga-barcelona-vs-inter-milan-h7dM3P5Cm3.jpg Eto'o bantu Inter Milan kalahkan Barcelona di Liga Champions 2009-2010. (Foto: Istimewa)

MILAN – Penyerang Inter Milan, Samuel Eto’o, mengaku tidak keberatan saat diperankan sebagai fullback di laga leg II semifinal Liga Champions 2009-2010 yang mempertemukan timnya kontra Barcelona. Eto’o mengaku siap dimainkan sebagai fullback, mengingat ia sering bermain melebar sebelumnya.

Ketika bertandang ke markas Barcelona, Inter dalam kondisi di atas angin saat itu, mengingat di leg I mereka menang 3-1. Hanya saja, Inter sadar lawan yang dihadapi kali ini merupakan Barcelona, tim yang berstatus sebagai juara bertahan.

Samuel Etoo

Karena itu, pelatih Inter kala itu Jose Mourinho menerapkan pola 4-2-3-1 dengan menumpuk pemain di lini sentral. Hanya saja segalanya menjadi berantakan karena pada menit 28, gelandang Inter Thiago Motta mendapat kartu merah dari wasit.

Motta mendapat kartu kuning kedua di laga tersebut setelah diindikasi melakukan pelanggaran kepada gelandang Barcelona, Sergio Busquets. Berhubung Motta beroperasi sebagai gelandang, Mourinho pun langsung mengubah komposisi pemainnya.

BACA JUGA: Cerita Samuel Etoo yang "Dikeroyok" agar Mau Gabung Inter Milan

Mou –sapaan akrab Mourinho– kemudian memainkan Javier Zanetti sebagai gelandang. Kemudian, posisi yang ditinggalkan Zanetti di posisi fullback digantikan Eto’o. Tidak disangka, meski tidak bermain di posisi aslinya, Eto’o tampil luar biasa.

Ia sanggup menahan gempuran yang dilancarkan Barcelona racikan Josep Guardiola. Meski pada akhirnya Inter kalah 0-1 dari Barcelona via sepakan Gerard Pique, Nerazzurri –julukan Inter– tetap lolos ke final karena unggul agregat 3-2.

“Ketika Thiago Motta dikartu merah, Mourinho memanggil saya dan Zanetti. Ia kemudian menjelaskan posisi apa yang harus saya jalani. Saat itu, saya pun berkata kepada saya sendiri, ‘Mari kita berikan segalanya dan kita lihat apa yang terjadi.’ Di akhir pertandingan, kami pun lolos ke final,” kata Eto’o mengutip dari Football Italia, Senin (18/5/2020).

Pada akhirnya Inter menjadi juara Liga Champions 2009-2010 setelah menang 2-0 atas Bayern Munich di partai puncak. Saat itu, Diego Milito menjadi bintang kemenangan Inter lewat brace (dua gol) yang dibuat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini