Legenda Sepakbola Jerman Akui Terkejut saat Man City Lepas Jadon Sancho

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Minggu 17 Mei 2020 03:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 16 51 2215204 legenda-sepakbola-jerman-akui-terkejut-saat-man-city-lepas-jadon-sancho-BsYnnKMPdm.jpg Winger Borussia Dortmund, Jadon Sancho (Foto: Reuters)

MUNICH – Legenda sepakbola Jerman, Lothar Matthaus, mengaku terkejut saat mengetahui Manchester City menjual Jadon Sancho ke Borussia Dortmund pada bursa transfer musim panas 2017. Pasalnya, ia mengetahui Josep Guardiola adalah pelatih yang pandai menilai kualitas pemain muda.

Matthaus sendiri mengetahui sosok Sancho saat sang pemain masih membela Timnas Inggris U-17. Pada saat itu, ia sudah menduga bahwa Sancho akan menjadi pemain hebat. Apalagi, jika Sancho menembus tim utama Man City dan dilatih langsung oleh Guardiola.

Baca juga: Asah Bakat Terpendam, Lockdown Bikin Bernardo Silva Mahir Memasak

Josep Guardiola

Man City sendiri sebenarnya memiliki keinginan untuk mempertahankan Sancho. Mereka menjanjikan Sancho akan menjadi pemain akademi dengan bayaran tertinggi dalam sejarah. Akan tetapi, sang pemain sudah memiliki tekad kuat untuk hengkang. Sebab, sebagai pemain muda Sancho sadar dirinya butuh banyak waktu bermain, yang mungkin tak ia dapatkan di Man City.

“Saya sedang menonton (Piala Eropa U-17) di gym dan saya menghentikan sesi pelatihan untuk memanggil teman saya yang bekerja di bidang olahraga untuk bertanya, ‘Siapa pemain Inggris di sayap kiri?’ Teman saya mengatakan kepada saya namanya Sancho dan dia bermain untuk Manchester City," ujar Matthaus, mengutip dari Daily Mail, Minggu (17/5/2020).

“Saya berpikir, wow! Dia adalah pemain hebat dan dia akan memiliki karier yang hebat. Kemudian, dia menandatangani kontrak dengan Dortmund enam bulan kemudian dan saya berpikir, ‘Bagaimana Pep Guardiola bisa membiarkan pemain hebat ini pergi?’” lanjutnya.

“Saya tidak memahaminya saat itu, karena saya tahu Guardiola memiliki mata yang bagus untuk bakat muda. Dan Sancho memiliki kecepatan, membuat assist, mencetak gol, dan selalu berlari. Tentu, dia tidak bermain defensif saat itu, tetapi dia tidak perlu melakukannya. Seorang pemain muda tidak pernah sempurna,” pungkas Matthaus.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini