Pesepakbola Turki Bunuh Putranya Sendiri yang Berusia 5 Tahun

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Kamis 14 Mei 2020 02:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 14 51 2213752 pesepakbola-turki-bunuh-putranya-sendiri-yang-berusia-5-tahun-DHQZhVAyJx.jpg Cevher Toktas (Foto: Golders)

ANKARA – Pesepakbola Turki, Cevher Toktas, mengaku bahwa ia telah membunuh putranya sendiri, Kasim, yang masih berusia lima tahun. Toktas baru mengakui perbuatan kejamnya tersebut 11 hari setelah putranya dinyatakan meninggal karena sebab alamiah.

Pada 23 April 2020, Toktas membawa Kasim ke rumah sakit karena menderita batuk dan demam tinggi. Setelahnya, mereka berdua dikarantina karena menunjukkan gejala terinfeksi Virus Corona (Covid-19). Akan tetapi, pada hari yang sama, Toktas membunuh Kasim.

Baca juga: Mantan Penyerang Madrid Sempat Ditangkap Polisi karena Kasus Narkoba

Cevher Toktas dan Putranya

Ketika putranya sedang berbaring di ranjang, Toktas langsung mengambil bantal dan membenamkannya ke wajah Kasim. Setelah Kasim tak lagi menunjukkan perlawanan karena kehabisan napas, Toktas pun segera memanggil dokter. Ia mengatakan ke dokter bahwa putranya mengalami masalah pernapasan.

Kasim sebenarnya sempat dilarikan ke tempat perawatan intensif, namun nyawanya tak bisa lagi tertolong. Maka dari itu, dokter memutuskan bahwa Kasim meninggal akibat Covid-19. Akan tetapi, 11 hari kemudian Toktas menyerahkan diri ke polisi. Ia mengakui perbuatannya membunuh Kasim. Adapun alasan Toktas melakukan pembunuhan tersebut karena ia sama sekali tak mencintai putranya.

“Saya menekan bantal pada anak saya yang sedang berbaring telentang. Selama 15 menit, saya menekan bantal tanpa mengangkatnya. Anak saya berjuang selama waktu itu. Setelah dia berhenti bergerak, saya mengangkat bantal. Kemudian saya berteriak kepada dokter untuk membantu menghilangkan kecurigaan dari saya,” aku Toktas, menyadur dari Goal, Kamis (14/5/2020).

“Saya tidak pernah mencintai putra bungsu saya setelah dia lahir. Saya tidak tahu mengapa saya tidak mencintainya. Satu-satunya alasan mengapa saya membunuhnya hari itu adalah karena saya tidak menyukainya. Saya tidak punya masalah mental apa pun," lanjut Toktas.

Toktas tercatat pernah bermain di kompetisi kasta tertinggi sepakbola Turki selama satu musim. Akan tetapi, sejak musim panas 2019 ia membela Bursa Yildirimspor, yakni klub yang bermain di divisi kelima sepakbola Turki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini