ANKARA – Pesepakbola Turki, Cevher Toktas, mengaku bahwa ia telah membunuh putranya sendiri, Kasim, yang masih berusia lima tahun. Toktas baru mengakui perbuatan kejamnya tersebut 11 hari setelah putranya dinyatakan meninggal karena sebab alamiah.
Pada 23 April 2020, Toktas membawa Kasim ke rumah sakit karena menderita batuk dan demam tinggi. Setelahnya, mereka berdua dikarantina karena menunjukkan gejala terinfeksi Virus Corona (Covid-19). Akan tetapi, pada hari yang sama, Toktas membunuh Kasim.
Baca juga: Mantan Penyerang Madrid Sempat Ditangkap Polisi karena Kasus Narkoba

Ketika putranya sedang berbaring di ranjang, Toktas langsung mengambil bantal dan membenamkannya ke wajah Kasim. Setelah Kasim tak lagi menunjukkan perlawanan karena kehabisan napas, Toktas pun segera memanggil dokter. Ia mengatakan ke dokter bahwa putranya mengalami masalah pernapasan.
Kasim sebenarnya sempat dilarikan ke tempat perawatan intensif, namun nyawanya tak bisa lagi tertolong. Maka dari itu, dokter memutuskan bahwa Kasim meninggal akibat Covid-19. Akan tetapi, 11 hari kemudian Toktas menyerahkan diri ke polisi. Ia mengakui perbuatannya membunuh Kasim. Adapun alasan Toktas melakukan pembunuhan tersebut karena ia sama sekali tak mencintai putranya.