nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indra Sjafri Ungkap Penyebab Pemain Muda Gagal Bersinar di Usia Matang

Andika Pratama, Jurnalis · Kamis 14 Mei 2020 16:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 14 49 2214163 indra-sjafri-ungkap-penyebab-pemain-muda-gagal-bersinar-di-usia-matang-q5dDzq6o9E.jpg Indra Sjafri (Foto: AFC)

JAKARTA – Banyak talenta-talenta muda Tanah Air yang bersinar ketika membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia junior. Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya saat diharapkan bersinar di Timnas Indonesia senior. Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, punya analisis sendiri mengapa hal itu bisa terjadi.

Menurut Indra Sjafri, ada tiga hal yang membuat para pemain muda akhirnya gagal bersinar di usia matang. Penyebab pertama datang dari pemain muda itu sendiri. Menurut Indra Sjafri, para pemain muda terkadang bersentuhan dengan hal-hal, lingkungan, dan value yang tidak cocok untuk pesepakbola sehingga mengganggu perkembangan mereka.

Indra Sjafri (Foto: PSSI)

Penyebab kedua adalah minimnya kesempatan untuk berlaga di klub-klub Liga 1. Setelah lepas dari pembinaan usia muda maka mereka perlu bermain di kompetisi profesional seperti Liga 1. Sayangnya, kesempatan itu tidak didapatkan karena masih ada para pemain senior berkualitas serta pelatih yang kurang memperhatikan para pemain muda. Akan tetapi, Indra Sjafri menegaskan bahwa tidak semua pelatih seperti itu, karena sekarang ada juga juru taktik yang mempercayai para pemaim muda.

BACA JUGA: Indra Sjafri Resmi Diangkat Jadi Direktur Teknik PSSI

Kemudian, penyebab ketiga adalah semua klub di Liga 1 memiliki visi misi yang sama yakni menjadi juara. Indra Sjafri berharap setiap klub memiliki visi misi berbeda, ada yang berorientasi menjadi juara, pembinaan usia muda dan lainnya.

“Ini pengalaman saya, kebanyakan itu balik ke diri anaknya sendiri. Dari usia 16 dan 19 bagus, begitu dia sampai di youth final pass development, dia mulai bersentuhan dengan hal-hal, lingkungan dan value yang tidak cocok untuk pesepakbola. Jadi dari dirinya sendiri. Dari pengalaman 23 pemain era Evan Dimas saya prediksi 30-40 persen (tidak berkembang dan itu kejadian,” ungkap Indra Sjafri kepada iNews.id, dalam acara Tendangan Bebas Bung Ais, Kamis (14/5/2020).

“Yang kedua, kesempatan bermain di Liga 1. Tersumbat di sana, karena para pemain senior berkualitas dan pelatih yang tidak memberi kesempatan kepada para pemain muda. Akan tetapi, sekarang banyak juga pelatih yang memberi kesempatan kepada para pemain muda. Yang ketiga, beban setiap klub liga 1 yang ingin juara sehingga setiap tim mau membangun skuad dengan para pemain bagus. Kalau bisa, saya harap setiap tim memiliki visi misi yang berbeda, ada yang mau juara, ada yang mau membina pemain muda dan lainnya,” pungkasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini