nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mourinho Akui Pernah Sekali Nangis karena Kalah dan Itu ketika Melatih Madrid

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Minggu 03 Mei 2020 03:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 03 261 2208328 mourinho-akui-pernah-sekali-nangis-karena-kalah-dan-itu-ketika-melatih-madrid-VYNDDEBrX9.jpg Jose Mourinho. (Foto: Talksport)

LONDON – Sebagai seorang pelatih, Jose Mourinho jelas sudah sering merasakan kekalahan. Hal itu adalah hal yang wajar karena disetiap pertandingan ada yang kalah dan ada yang menang, di sepakbola pun juga mengenal kata seri.

Karena itu, Mourinho mengaku tak pernah merasa sedih setiap timnya menelan kekalahan. Namun, ada satu pengecualian, di mana Mourinho mengaku sampai meneteskan air mata karena timnya yang dibelanya tersebut kalah dalam suatu pertandingan.

Momen itu terjadi ketika Mourinho masih melatih Real Madrid, tepatnya di musim 2011-2012. Kala itu Mourinho sedang memimpin Madrid yang digadang-gadang sebagai skuad terbaik di Eropa pada masa tersebut.

Baca Juga: Intip Hunian Mewah Eden Hazard di Madrid

Madrid vs Bayern di semifinal Liga Champions 2011-2012

Terbukti pada musim 2011-2012 itu Madrid berhasil menghancurkan dominasi Barcelona di Liga Spanyol karena mampu memenangkan ajang tersebut. Bahkan dalam meraih gelar juara Liga Spanyol 2011-2012 itu, Mourinho berhasil membuat Madrid memecahkan beberapa rekor seperti menjadi tim pertama yang menyentuh poin 100 di Liga Spanyol dan jumlah gol terbanyak di kompetisi tersebut selama satu musim.

Fakta-fakta di atas sudah cukup untuk membuktikan betapa kuatnya Madrid pada musim tersebut. Namun, tim terbaik Madrid kala itu tetap tak cukup untuk membuat mereka meraih gelar juara Liga Champions 2011-2012.

Hal itu dikarenakan Madrid kalah di semifinal dari Bayern Munich. Menyakitkannya lagi, gugurnya Madrid itu setelah melalui babak adu penalti dan ketiga pemain andalan mereka, yakni Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos, dan Ricardo Kaka adalah penggawa yang gagal memasukan bola di babak adu penalti tersebut.

Kekalahan itulah yang membuat pertahanan Mourinho akhirnya runtuh juga dan ia pun menangis selepas pulang dari laga tersebut. Ia menangis karena tak menyangkan Madrid yang sangat kuat kala itu bisa gugur melalui babak penalti di semifinal Liga Champions.

“Cristiano, Kaka, dan Sergio Ramos. Tiga pemain yang disebut monster sepakbola saat itu dan tak pernah ada meragukan kemampuan mereka, namun nyatanya mereka tetap manusia biasa,” cerita Mourinho, dikutip dari Marca, Minggu (3/5/2020).

“Malam itu untuk pertama kalinya dalam karier melatih saya, saya menangis usai menelan kekalahan. Saya mengingatnya dengan baik, Aitor (Karanka) dan saya berada di depan rumah saya dan di dalam mobil, saya menangis. Kekalahan itu sangat berat karena pada saat itu kami berada di musim terkuat kami,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini