nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden UEFA Jawab Tudingan Laga Atalanta vs Valencia Sumber Penyebaran Virus Corona

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 31 Maret 2020 03:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 31 261 2191533 presiden-uefa-jawab-tudingan-laga-atalanta-vs-valencia-sumber-penyebaran-virus-corona-Kf8Y3x0sTj.jpg Laga Atalanta vs Valencia dituding jadi sumber utama penyebaran virus Corona (Foto: Reuters)

NYON – Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) membela diri dari serangan terkait laga Leg I 16 Besar Liga Champions 2019-2020 antara Atalanta vs Valencia, Kamis 20 Februari dini hari WIB. Pasalnya, laga tersebut diduga menjadi pemicu masifnya penyebaran virus Corona Covid-19 di Italia, khususnya Bergamo.

Laga yang digelar di Stadion San Siro, Milan, itu dimenangi Atalanta dengan skor telak 4-1. Puluhan ribu penonton asal Kota Bergamo, menggeruduk Milan demi menjadi saksi sejarah buat La Dea. Kebetulan pula, setelah laga tersebut wabah virus Corona Covid-19 kian menjadi-jadi di Italia.

Atalanta hajar Valencia 4-1 (Foto: UEFA)

Baca juga: Wali Kota Bergamo Sebut Laga Atalanta vs Valencia Jadi Sumber Utama Penyebaran Corona

UEFA lantas dikritik karena dinilai gagal memberikan jaminan keselamatan buat para penonton laga di Milan. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin mengklaim, tidak ada yang tahu saat itu kalau wilayah Lombardia (Milan) akan menjadi pusat epidemi virus Corona Covid-19.

“Pada 19 Februari (20 Februari dini hari WIB), tidak ada yang tahu Lombardia akan menjadi pusat epidemi. Siapa kah kami hingga melarang laga digelar? Kami sudah mengikuti semua saran dari otoritas terkait saat itu dan kami tidak bisa melakukan apa-apa,” ucap Aleksander Ceferin, disitat dari Goal, Selasa (31/3/2020).

Pria asal Slovenia itu juga membela diri dari keputusan menggelar laga Valencia vs Atalanta tanpa penonton di leg kedua. Aleksander Ceferin yakin UEFA sudah berbuat yang terbaik dalam waktu singkat karena penundaan atau menggelar laga tanpa penonton tidak diputuskan dengan mudah.

“Keputusan tidak bisa diambil hanya dalam sehari. Ada kontrak dan kesepakatan. Sepakbola masih dimainkan di seluruh Eropa saat itu. Perbatasan masih terbuka ketika Valencia dan Atalanta bermain. Adanya kumpulan orang di luar stadion adalah urusan Otoritas Spanyol,” pungkas pria berusia 52 tahun tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini