nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teman Masa Remaja Ungkap Messi Pernah Menangis seperti Anak Bayi

Ramdani Bur, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 16:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 27 51 2189993 teman-masa-remaja-ungkap-messi-pernah-menangis-seperti-anak-bayi-CpJthfcQNA.jpg Lionel Messi saat membela Timnas Argentina. (Foto: @Argentina)

PACHUCA – Kiper asal Argentina, Oscar Ustari, menyebut tak adil jika Lionel Messi gagal memenangkan trofi Piala Dunia di sepanjang karier sepakbolanya. Ustari menilai atas apa yang dicapai Messi sejauh ini, La Pulga –julukan Messi– berhak mengangkat trofi yang diperebutkan empat tahun sekali tersebut.

Semenjak menjalani debut bersama Tim Nasional (Timnas) Argentina pada 2005, Messi turun dalam 138 pertandingan dengan koleksi 70 gol. Sayangnya, gol-gol yang dicetak Messi untuk La Albiceleste –julukan Argentina– tak pernah berakhir dengan gelar juara.

Lionel Messi

Sejauh ini, prestasi terbaik Messi hanyalah mengantarkan Argentina lolos ke final Copa America 2007, 2015 dan 2016, serta Piala Dunia 2014. Melihat dedikasi yang diberikan Messi bersama Argentina, Ustari kesal kepada sejumlah pihak yang meragukan komitmen La Pulga bersama La Albiceleste.

BACA JUGA: Berharga Rp3,54 Triliun, Pendapatan Mbappe Jauh di Bawah Ronaldo dan Messi

Sebab, Ustari sempat satu tim bersama Messi di Timnas Argentina, sehingga paham betul dedikasi dan komitmen La Pulga untuk sang negara. Karena itu, Ustari berharap Messi dapat mengangkat trofi Piala Dunia 2022 yang dilangsungkan di Qatar.

“Meragukan komitmen Messi bersama Timnas Argentina merupakan hal yang keterlaluan. Segalanya mungkin tak berjalan sesuai rencana. Tapi, saya akan memberitahu Anda bahwa Messi pernah menangis seperti bayi atas hasil negatif yang didapatkan bersama Tim Nasional,” kata Ustari yang bahu-membahu bersama Messi membawa Timnas Argentina juara Piala Dunia U-20 2005, mengutip dari Marca, Jumat (27/3/2020).

“Sangat sulit berada di posisi Messi. Saya ingat setelah Argentina tersingkir di Copa America 2011, saya menemui Messi di perkebunan Ezeiza. Saya melihat sosok Messi yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Saat itu, ia merasa terpukul. Saya pikir tidak adil jika Messi tidak menjuarai Piala Dunia,” tutup kiper 33 tahun tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini