nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Olahraga Ragu Liga Italia Bisa Bergulir Lagi Awal Mei

Andika Pratama, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 11:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 27 47 2189751 menteri-olahraga-ragu-liga-italia-bisa-bergulir-lagi-awal-mei-ijWCiwsZNU.jpg Juventus vs Inter Milan (Foto: Twitter/@juventusfcen)

ROMA – Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora ragu Liga Italia 2019-2020 dapat bergulir kembali pada Jumat 3 Mei 2020. Dari sudut pandang Spadafora, hal tersebut terlalu optimis menilik pada kondisi di Negeri Pizza itu sekarang.

Sebagaimana diketahui, Liga Italia tengah diberhentikan sejak 10 Maret 2020 akibat wabah virus corona. Ditangguhkannya Liga Italia merupakan salah satu cara pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona. Akan tetapi, hingga sekarang keadaan di Italia belum membaik.

Juventus vs Inter Milan (Foto: Juventus)

Italia menempati peringkat ketiga dalam daftar negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak di dunia. Jumlah kasus virus corona di Italia telah melebihi 80.500. Lebih dari 8.200 nyawa telah melayang akibat virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut.

BACA JUGA: Gilardino Optimis Sepakbola Italia Bakal Bangkit dari Keterpurukan

Namun, Spadafora tidak menutup kemungkinan bahwa semua acara olahraga bisa bergulir lagi dengan kondisi tanpa penonton. Meski begitu tetap sulit untuk melihat Liga Italia bergulir lagi pada 3 Mei 2020, karena semuanya bergantung pada perkembangan wabah virus corona di Negeri Pizza tersebut.

“Perkiraan yang membuat kami berpikir bisa melanjutkan kompetisi olahraga pada akhir April atau Mei, terlalu optimis dengan evolusi darurat kesehatan. Saya dapat mengatakan dengan pasti bahwa, jika acara olahraga akan kembali bergulir, itu pasti akan mulai lagi di balik pintu tertutup (tanpa penonton),” ujar Spadafora, menyadur dari Goal Internasional, Jumat (27/3/2020).

"Tidak mungkin untuk berpikir sebaliknya, tetapi saya juga memiliki beberapa keraguan sehubungan dengan tanggal 3 Mei. Sayangnya, darurat medis ini terus-menerus berevolusi. Kami sangat sering harus menyesuaikan keputusan dengan epidemi,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini