nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Fakta Final Piala Gubernur Jatim Persebaya vs Persija

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 09:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 21 49 2171888 10-fakta-final-piala-gubernur-jatim-persebaya-vs-persija-sa86NqXg38.jpg Persebaya Surabaya juara Piala Gubernur Jatim 2020. (Foto: Persebaya.id)

SIDOARJO - Gelaran turnamen pramusim Piala Gubernur Jawa Timur 2020 resmi berakhir. Persebaya Surabaya berhak menjadi juara setelah menang 4-1 atas Persija Jakarta dalam partai puncak yang digelar pada Kamis 20 Februari 2020 sore WIB.

Di balik laga final yang tersaji di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, terdapat sejumlah fakta - fakta menarik yang berhasil dirangkum Okezone. Berikut 10 fakta final Piala Gubernur Jatim 2020 Persebaya vs Persija:

1. Lokasi Laga Final Ditentukan Mendadak

Persebaya vs Persija

Panitia penyelenggara Piala Gubernur Jatim mengubah secara tiba tiba lokasi satu laga semifinal dan final. Di semifinal, laga Persebaya Surabaya vs Arema FC digeser dari Malang ke Kota Blitar.

Sementara itu, laga final berubah dari yang djadwalkan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya menjadi ke Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Perubahan ini dikarenakan Stadion GBT tengah dalam proses perawatan.

 2. Lokasi Final Ditentukan Pemenang Laga Persebaya vs Arema FC

Mungkin hanya di turnamen ini laga final ditentukan dadakan dari tim yang menang di laga semifinal sebelumnya. Berdasarkan hasil rapat kordinasi pengamanan (Rakorpam) di Polda Jawa Timur pada Minggu 16 Februari 2020 di Kapolda Jawa Timur, pemenang antara laga Persebaya Surabaya vs Arema FC ini yang akan ditunjuk sebagai tuan rumah laga final.

"Sesuai kesepakatan kita di Rakorpam (Rapat Koordinasi Pengamanan) pertama pada Minggu 16 Februari 2020, bahwa pemenang antara Persebaya melawan Arema akan ditetapkan sebagai tuan rumah," ucap Sekretaris Asprov PSSI Jawa Timur, Amir Burhannudin.

3. Jakmania Tidak Boleh Hadir

Rivalitas pendukung Persebaya dan Persija membuat Panpel dan aparat keamanan melarang Jakmania –suporter Persij – hadir di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Hal itu diputuskan sesaat setelah rapat kordinasi di Kapolda Jawa Timur pada Rabu 19 Februari 2020.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengimbau Jakmania untuk tidak hadir ke Sidoarjo, demi terciptanya suasana yang kondusif. Bahkan pihak Polda Jatim telah berkordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan penyekatan dan mengadakan nonton bareng di wilayah di Jabodetabek.

BACA JUGA: Kritik Pelatih Persija kepada PSSI soal Suporter Usai Final Piala Gubernur Jatim

Bahkan penyekatan suporter yang berangkat juga dilakukan di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Di Kota Malang misalnya, kepolisian melakukan sterilisasi di Stasiun Malang Kota Baru dan perbatasan Kota Malang guna engantisipasi keberangkatan Jakmania Malang.

4. Sebanyak 8.900 Personel Dikerahkan Amankan Laga

Setelah di laga semifinal sebelumnya antara Persebaya vs Arema FC di Kota Blitar, polisi kecolongan dengan hanya mengerahkan 1.000 personel. Aparat keamanan di bawah komando Polda Jawa Timur memperketat pengamanan dengan mengerahkan 8.900 personel gabungan dari Polda Jatim, Brimob, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi lainnya.

"Sebanyak 8.900 personel itu gabungan dengan TNI dan instansi terkait untuk mengamankan Final Piala Gubernur Jatim," ujar Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan.

Bahkan tak tanggung-tanggung 5.704 personel dikerahkan di sekitar lapangan pertandingan. "Untuk jumlah personel yang full di lapangan sebanyak 5.704 anggota," lanjutnya.

Ketatnya pengamanan bahkan sudah terlihat di sejumlah jalan protokol di Kota Sidoarjo. Bahkan titi -titik objek vital seperti stasiun dan terminal, tak luput dijaga ketat aparat keamanan bersenjata lengkap.

5. Pengamanan Ketat bagi Persija

(Marco Motta saat hendak naiki Barracuda)

Rivalitas tinggi antara pendukung Persija dan Persebaya membuat potensi kerawanan keamanan muncul. Hal inilah yang mencoba diantisipasi aparat keamanan. Tim Persija Jakarta sudah mendapat pengamanan ketat sejak menginap di Hotel Java Paragon di kawasan Jalan Mayjen Sungkono, Dukuhpakis, Kota Surabaya.

Di sepanjang jalan tol yang dilalui Persija, termasuk lokasi lainnya bersinggungan dengan rute dan sekitarnya juga dijaga ketat aparat keamanan gabungan. Persija Jakarta berangkat dengan dua unit kendaraan baja barracuda milik Brimob Polda Jawa Timur, dengan kawalan aparat keamanan bersenjata lengkap di sepanjang perjalanan dari hotel menuju stadion.

6. Perintahkan Adakan Nobar di Surabaya

Kapasitas Stadion Gelora Delta Sidoarjo yang hanya mampu menampung 30 ribu penonton berbanding terbalik dengan antusiasme Bonek. Hal itu membuat Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan meminta jajaran Polsek dan kecamatan-kecamatan di Kota Surabaya dan Sidoarjo mengadakan nonton bareng.

"Di Surabaya sudah disiapkan kantong-kantong untuk nobar. Setiap kecamatan, Polsek dan Polres ada nobar," beber Luki.

Menurutnya, hal ini sebagai langkah antisipasi suporter yang tak mendapat tiket untuk mendekati area kawasan stadion. Meski demikian langkah penyekatan oleh polisi tak membuat antusias Bonek menuju stadion berkurang.

Bahkan karena banyaknya Bonek, tak sedikit dari mereka yang harus puas mendukung dari luar Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Di luar stadion, Panpel menyiapkan tiga layar besar, namun dari tiga hanya satu layar besar yang bisa digunakan.

7. Panpel Alokasikan 24 Ribu Tiket

Meski kapasitas stadion mencapai 30 ribu penonton, tampaknya Panpel tak ingin mengalokasikan semuanya untuk penonton.

"Pertimbangannya biar tidak padat dan nyaman jadi kami cetak 24 ribu tiket, itu dikurangi 20 persen dari kapasitas stadion 30 ribu penonton," kata Amir Burhannudin, Sekretaris Asprov PSSI Jawa Timur.

Tiket pertandingan dijual di hari H Kamis 20 Februari 2020 sejak pukul 09.00 WIB, melalui loket-loket yang tersedia. Meski dijual dengan harga cukup mahal yakni Rp50 ribu di tribun ekonomi dan Rp150 ribu untuk tribun utama, tak kurang 1,5 jam ludes terjual.

8. Diwarnai gol Cepat dan Kartu Merah

Marko Simic

(Gol Marko Simic tidak banyak membantu Persija)

Persebaya yang tampil menyerang sempat unggul terlebih dahulu di menit keempat melalui Oktavianus Fernando. Hal itu membuat permainan Persija tampak sedikit 'berantakan'. Terbukti memasuki menit 33 sebuah pergerakan dari David da Silva memaksa Ryuji Utomo melanggar pemain asal Brasil ini, yang berbuah kartu merah dari saku wasit Dwi Purba Adi.

9. Persija Tampil dengan Komposisi Berbeda

Penampilan Persija Jakarta di final Piala Gubernur Jatim 2020 ini sedikit agak berbeda. Pelatih Sergio Farias memilih menurunkan formasi 4-1-3-2, dengan menempatkan Rohit Chand sebagai gelandang bertahan, di depannya Andrianus Dwiki berperan di sayap kiri, Evan Dimas Darmono sebagai playmaker, serta Riko Simanjuntak di sisi kanan.

Hal ini berbeda di laga-laga sebelumnya, di mana Farias memainkan formasi 4-3-3 yang bertransformasi ke 4-2-3-1 saat di lapangan. Sementara di komposisi pemain belakang, tak ada nama Otavio Dutra di sana. Farias mengaku Dutra tengah mengalami cedera pascalaga menghadapi Madura United.

"Dutra cedera, jadi tidak ada kesempatan untuk bisa bermain di final hari ini," papar Pelatih Persija Sergio Farias.

10. Persija Tak Hadiri Seremoni Penyerahan Hadiah

Setelah memastikan Persebaya juara, ribuan Bonek yang memadati stadion menyerbu lapangan pertandingan untuk merayakan gelar juara bersama pemain Persebaya. Hal ini pula yang membuat seremoni penyerahan hadiah oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Persija tak jadi dilakukan dengan alasan keamanan.

"Kita dikasih tahu jangan keluar karena untuk keamanan menjaga kita. Kita senang dan bangga bisa terima medali, tapi tidak bisa keluar. Mereka (Panpel dan aparat keamanan) takut terjadi sesuatu, mereka mau menjaga kita makanya kita diminta tidak keluar," jelas Farias.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini