nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Target Besar Jadi Alasan Evan Dimas Pilih Persija Jakarta

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 17:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 13 49 2152407 target-besar-jadi-alasan-evan-dimas-pilih-persija-jakarta-vSaYHo5U6y.jpg Evan Dimas dikontrak Persija satu tahun, dengan opsi perpanjangan tiga tahun. (Foto: Persija.id)

JAKARTA – Evan Dimas mengungkapkan alasannya memilih Persija Jakarta sebagai destinasi. Gelandang 24 tahun itu mengaku memilih Persija karena klub berjuluk Macan Kemayoran itu memiliki ambisi besar di Liga 1 2020.

Keseriusan Persija di Liga 1 2020 terlihat dengan aktifnya mereka di pasar transfer. Sejauh ini, Persija telah mendatangkan Alfath Fathier (Madura United), Otavio Dutra (Persebaya Surabaya), Rafli Mursalim (Mitra Kukar) dan juga Evan Dimas (Barito Putera).

Evan Dimas

Selain nama-nama di atas, Persija juga tengah dikait-kaitkan dengan Paulo Sergio (Bali United) dan Osvaldo Haay (Persebaya Surabaya). Tidak sampai di situ, Persija juga mendatangkan pelatih kelas dunia atas nama Sergio Farias.

BACA JUGA: Sergio Farias Resmi Jadi Pelatih Baru Persija

Pelatih 52 tahun itu bukanlah juru taktik kacangan. Juru taktik berpaspor Brasil itu pernah membawa Pohang Steleers jawara Liga Champions Asia 2009. Deretan nama-nama di atas tentunya diharapkan manajemen Persija dapat mengantarkan mereka ke takhta juara Liga Indonesia, layaknya 2001 dan 2018.

"Komunikasi dari Persija targetnya besar. Yang pasti mereka ingin kehadiran saya di sini, dan itu yang paling membuat saya tertarik. Target saya rasa di manapun ingin juara, dan itu wajar untuk Persija," kata Evan mengutip dari Goal, Senin (13/1/2020).

Evan Dimas

Sementara itu, Evan tidak keberatan hanya dikontrak Persija selama satu tahun. Ia justru senang mendapatkan kontrak jangka pendek. Sebab, dengan begitu dirinya takkan jenuh saat membela satu tim tertentu.

"Kita juga harus melihat, kadang sebagai pemain ada rasa ingin juara, ganti suasana baru, kontrak panjang ada kemungkinan jenuh. Lebih baik setahun, dan ada opsi. Jika jenuh, tidak 100 persen atau bagaimana," tutup eks gelandang andalan Tim Nasional Indonesia U-19 itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini