nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mane Sempat Diremehkan saat Masuk Akademi Sepakbola di Dakar

Djanti Virantika, Jurnalis · Sabtu 11 Januari 2020 09:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 10 51 2151593 mane-sempat-diremehkan-saat-masuk-akademi-sepakbola-di-dakar-rFagXE00Ov.jpg Sadio Mane bersinar di Liverpool. (Foto: Sky Sports)

SADIO Mane berhasil mengukir karier yang gemilang sebagai pesepakbola saat ini. Ketangguhannya diakui lewat beragam penghargaan individu. Teranyar, Mane berhasil menyabet penghargaan Pemain Terbaik Afrika 2019. Ia mengalahkan sederet pemain top di Benua Hitam itu, seperti Mohamed Salah hingga Riyad Mahrez.

Tapi, di balik kesuksesan yang berhasil dicapainya saat ini, Mane harus melewati masa-masa sulit. Ia bahkan sempat diremehkan atau dipandang sebelah mata oleh beberapa orang di negaranya. Hal itu tepatnya terjadi kala Mane berusaha menjalani pendidikan di salah satu akademi sepakbola yang terletak di Ibu Kota Senegal, yakni Dakar.

Sadio Mane

Karier Mane sebagai pesepakbola profesional memang dimulai dengan bergabung ke salah satu akademi sepakbola di Dakar, yakni Generation Foot. Untuk bisa berada di sana, pemain kelahiran Sedhiou, Senegal, pada 10 April 1992 itu tentu saja harus melalui jalan yang tak mudah.

Mane diketahui harus berusaha keras membujuk kedua orangtuanya agar membolehkannya menempuh pendidikan sepakbola. Sebab, ayah dan ibunya diketahui awalnya tak memberi restu kepada sang anak. Setelah restu akhirnya berhasil dikantongi, rintangan Mane untuk mewujudkan mimpi menjadi pesepakbola pun tak berhenti.

Mane remaja harus menghadapi beberapa hal kurang menyenangkan saat berjuang masuk ke akademi sepakbola di Dakar. Saat mengikuti trial masuk ke Generation Foot, ia mendapat pandangan yang kurang menyenangkan dari beberapa pihak yang berada di sana.

Infografis Sadio Mane

Hal tersebut terjadi lantaran penampilan Mane yang terlihat serba-kekurangan saat itu. Ketika mendaftar untuk mengikuti trial di Dakar, winger berusia 27 tahun itu memang diketahui hanya menggunakan sepatu tua dan pakaian yang terlihat lusuh. Maklum saja, Mane memang berlatar belakang dari keluarga yang serba-keterbatasan secara finansial.

Bagi Mane sendiri, pakaian yang dikenakannya saat itu adalah yang terbaik baginya. Tetapi, pandangan orang-orang lain di Generation Foot tampaknya berbeda. Beberapa orang bahkan mempertanyakan kehadiran Mane kala itu di Generation Foot karena dengan pakaian yang dikenakan ia dinilai tak terlihat sebagai seorang peserta yang mencoba untuk trial di akademi itu.

Tetapi, Mane tak berkecil hati dengan pandangan buruk yang diberikan orang-orang terhadapnya kala itu. Ia pun bisa tetap menyuguhkan penampilan yang apik hingga akhirnya terpilih untuk mengikuti trial di sana. Terbukti setelah itu, Mane mengoleksi 131 gol dari 90 penampilan bersama tim lokal Dakar, hingga akhirnya dibawa ke Prancis (Metz) pada 2012.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini